DaerahHukumSumut

Tersangka Penikam Penjaga Malam Ditangkap, Motif Dipicu Selisih Paham Saat Minum Tuak

×

Tersangka Penikam Penjaga Malam Ditangkap, Motif Dipicu Selisih Paham Saat Minum Tuak

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Kapolsek Medan Timur terlihat berbicara dengan seorang pria berbaju tahanan oranye, sementara sejumlah petugas lainnya ikut mendampingi dalam kegiatan jumpa pers di Polsek Medan Timur.

Medan, NusantaraTop.co – Tersangka Boby Rahman Pohan (44) resmi ditahan di sel Polsek Medan Timur. Warga Jalan Tanggul, Lingkungan VIII, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah menikam Erik Pohan Dabuke (59) hingga tewas.

Korban, penjaga malam yang berdomisili di Pasar III Datuk Kabu, Kelurahan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, tewas seketika setelah lehernya koyak dan berlubang akibat tusukan pecahan kaca bola lampu neon yang digunakan pelaku.

Peristiwa ini terjadi di jembatan Titi Gantung, Jalan Stasiun Kereta Api, Medan, Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Penemuan jasad korban sempat menggegerkan warga serta pejalan kaki yang melintas di lokasi.

Minum Tuak Seharian Berujung Maut

Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Butarbutar, menjelaskan bahwa sejak pagi hari, korban dan pelaku bersama teman-teman lainnya telah minum tuak di bawah tangga jembatan Titi Gantung, Jalan Jawa.

“Antara korban dan pelaku terjadi selisih paham akibat nyanyi-nyanyi. Ada teguran yang tidak pas lalu berujung cekcok,” ujar Agus dalam konferensi pers di Mapolsek Medan Timur, Senin (17/11/2025) sore, didampingi Kanitreskrim Iptu Khairul Fajri Lubis.

Tersangka yang kesal kemudian naik ke atas jembatan dan memanggil korban. Tersangka saat itu sudah memegang empat pecahan kaca bola lampu neon.

“Korban naik sambil memegang batu. Terjadi perkelahian. Korban lebih dulu memukul bahu tersangka, lalu tersangka menusuk punggung dan leher korban hingga terjatuh,” jelas Agus.

Melihat korban telungkup dan bersimbah darah, tersangka panik dan melarikan diri. Namun polisi berhasil menangkapnya di sekitar Lapangan Merdeka, depan Stasiun Kereta Api Medan, pada malam yang sama.

Pelaku Mengaku Menyesal

Tersangka mengaku telah mengenal korban selama enam tahun dan sering minum tuak bersama.

“Gak ada niat membunuhnya. Makanya ketika dia tersungkur, aku lari,” kata Boby.

Ia menyebut perselisihan hanya dipicu masalah kecil dalam kondisi mabuk.

“Terjadinya perkelahian karena asal minum tuak disuruhnya diam, ‘huss-huss’ gitu,” ujarnya.

Tersangka juga mengaku menyesal.
“Saya nyesal. Baik kali sebenarnya abang itu. Cuma kalau udah minum, aduuh,” ucapnya. (red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights