MEDAN, NusantaraTop.co – Ratusan masyarakat Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, mendatangi Kantor Polres Pelabuhan Belawan pada Rabu (19/11/2025). Aksi tersebut terekam dalam siaran langsung Facebook milik Hendra Hartanto. Massa mengaku resah akibat maraknya tindak kriminal, seperti begal, narkoba, serta aksi tawuran remaja yang kerap terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Kedatangan massa sempat memanas saat mereka mencoba masuk ke halaman kantor polisi. Namun seorang orator meminta warga menahan diri dan memberi kesempatan kepada perwakilan untuk bertemu Kapolres.
“Karena keterbatasan di dalam, jadi perwakilan saja yang masuk menemui Kapolres. Kasih perwakilan lurah masing-masing, percayakan mereka,” ujar orator melalui pengeras suara.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut murni untuk memperjuangkan keamanan masyarakat Belawan.
“Kami di sini hanya memperjuangkan masyarakat Belawan, tidak lebih dari itu,” katanya dari atas mobil komando.
Poster Tuntutan Warga: ‘Belawan Rawan Begal’
Dalam aksi tersebut, warga membawa sejumlah poster berisi tuntutan, di antaranya:
-
“Jangan Matikan Mata Pencarianku, cukup begal yang dimatikan agar semua kami aman dan tenang.”
-
“Aliansi Masyarakat Belawan Menggugat: Tindak Tegas Begal dan Pelaku Tawuran.”
-
“Skin Care emang mahal, tapi lebih mahal rasa aman kami. Tindak kejahatan jalanan.”
-
“Belawan Rawan Begal.”

Banyak peserta aksi yang terdiri dari para ibu-ibu mengaku sudah kehilangan kepercayaan terhadap aparat keamanan karena maraknya tindakan kejahatan di Belawan.
“Sekarang anak saya kerja, kalau keluar malam saya khawatir karena maraknya begal,” ujar seorang ibu saat diwawancarai.
Keluarga Korban Ikut Mengadu
Sejumlah keluarga dan kerabat korban begal turut hadir untuk menyampaikan keluhan. Seorang nenek yang cucunya menjadi korban penyerangan begal mengungkapkan kesedihannya.
“Cucu saya salah satu korban dari kejahatan begal,” ucapnya.
Kekecewaan warga juga turut ditujukan kepada anggota DPRD dari dapil Belawan. Dalam tayangan tersebut, beberapa warga menyampaikan bahwa mereka tidak lagi percaya pada wakil rakyat.
“Kami tidak mau lagi memilih anggota dewan,” ujar seorang warga.
Seorang pria dalam video bertanya kepada ibu-ibu yang hadir, “Nanti dikasih dua ratus ribu ibu mau pilih dia lagi, bu?”
“Nggak, nggak, kami nggak mau pilih dia lagi,” jawab para ibu serentak.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat, sementara perwakilan warga melakukan pertemuan dengan pihak Polres untuk menyampaikan tuntutan agar keamanan di Belawan segera dipulihkan. (red)
Laporan : Novi Hutahaean
Editor : Pahotan M Hutagalung












