DaerahEkonomi & BisnisPertanianSumut

Ekspor Karet Sumut Tertekan di Oktober 2025, Anjlok 8,7 Persen Secara Bulanan

×

Ekspor Karet Sumut Tertekan di Oktober 2025, Anjlok 8,7 Persen Secara Bulanan

Sebarkan artikel ini

Medan, NusantaraTop.co – Kinerja ekspor karet alam asal Sumatera Utara (Sumut) kembali melemah pada Oktober 2025. Data Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut mencatat volume ekspor hanya mencapai 20.694 ton, turun dari 22.653 ton pada September 2025 dan jauh lebih rendah dibanding 25.221 ton pada periode yang sama tahun lalu.

Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah, menjelaskan penurunan tersebut menunjukkan pelemahan baik secara bulanan (month-to-month/MoM) maupun tahunan (year-on-year/YoY).

“Ekspor Oktober turun 8,7 persen (MoM) dan 17,9 persen (YoY). Volume ini masih jauh dari pola normal bulanan yang bisa mencapai sekitar 42 ribu ton,” ujar Edy dalam keterangan resmi, Minggu (30/11/2025).

Permintaan Global Melemah, Pasokan Lokal Tertekan

Menurut Edy, ekspor karet Sumut terganggu akibat dua faktor utama: melemahnya permintaan global dan menurunnya suplai bahan baku lokal.

Di sisi permintaan, sejumlah negara importir memilih menahan pembelian karena tingginya stok manufaktur serta perlambatan industri otomotif di Asia Timur dan Eropa.

“Selain itu, ketidakpastian implementasi EUDR juga tetap memengaruhi pasar, meski Uni Eropa sudah mengumumkan penundaan,” jelasnya.

Sementara itu, di tingkat lokal, produksi karet Sumut terdampak curah hujan tinggi sepanjang Oktober. Kondisi ini membuat aktivitas penyadapan terganggu dan menurunkan pasokan ke pabrik.

“Pengurangan bahan baku otomatis menekan volume pengolahan dan ekspor,” tambah Edy.

Harga Karet Mulai Menguat Akhir November

Rata-rata harga karet pada Oktober tercatat 172,2 sen AS/kg, sedikit menurun dibanding bulan sebelumnya. Namun, menjelang akhir November, harga perlahan membaik dan ditutup pada 180 sen AS/kg per 28 November 2025.

Pasar Utama Masih Didominasi Negara Tradisional

Gapkindo mencatat ekspor karet Sumut pada Oktober 2025 dilakukan ke 23 negara tujuan. Lima pasar terbesar masih dikuasai negara-negara tradisional:

  • Jepang: 34,06%

  • China: 13,05%

  • Amerika Serikat: 10,84%

  • Brazil: 10,81%

  • India: 5,85%

“Lima negara ini menyerap lebih dari tiga per empat total ekspor Sumut. Ketergantungan pada pasar tradisional masih sangat kuat,” kata Edy.

Ekspor ke kawasan Eropa mencapai 14,7% dari total ekspor, dengan 11 negara tujuan. Tiga terbesar adalah:

  • Spanyol: 4,39%

  • Polandia: 3,41%

  • Turki: 2,23%

Italia dan Jerman masing-masing berkontribusi sekitar 1,7 persen, disusul Prancis dan Luksemburg yang mencatat lebih dari 1 persen.

(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights