DaerahHukumSumut

Adik Korban Ungkap Kejanggalan Kasus Ibu Tewas di Medan Sunggal, Soroti Peran Suami dan Rentang Waktu Kejadian

×

Adik Korban Ungkap Kejanggalan Kasus Ibu Tewas di Medan Sunggal, Soroti Peran Suami dan Rentang Waktu Kejadian

Sebarkan artikel ini
Sosok suami Faizah Soraya (42) kini tengah disorot setelah sang istri tewas diduga ditikam anak kandung mereka sendiri, disebut sudah pisah rumah

Medan, NusantaraTop.co – Kasus tewasnya seorang ibu rumah tangga, Faizah Soraya (42), di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, kembali memunculkan fakta baru. Kali ini, adik korban, Dimas, membeberkan sejumlah kejanggalan yang menurutnya perlu didalami lebih jauh oleh kepolisian.

Dimas menilai keterangan suami korban, Alham, tidak sepenuhnya sesuai dengan kronologi yang sebenarnya. Ia menyebut Alham diduga tidak menyampaikan kondisi sebenarnya saat menghubungi pihak rumah sakit.

“Kejadian pembunuhan itu diduga terjadi sejak pukul 03.00 WIB. Yang masih didalami polisi, dari jam 03.00 sampai ambulans datang, kenapa tidak ada panggil tetangga atau minta tolong,” ujar Dimas saat diwawancarai, Selasa (16/12/2025).

Menurut Dimas, Alham baru menghubungi Rumah Sakit Colombia sekitar pukul 04.30 WIB. Saat menghubungi pihak rumah sakit, Alham disebut menyampaikan bahwa korban mengalami pendarahan, bukan luka akibat penikaman.

“Iya, katanya sudah berlumur darah. Tapi ke rumah sakit dibilangnya pendarahan,” ungkap Dimas.

Hal lain yang dinilai janggal, Alham disebut tidak meminta bantuan warga sekitar, padahal banyak rumah sakit yang jaraknya lebih dekat dari lokasi kejadian. Ia justru menunggu ambulans dari rumah sakit yang relatif jauh.

“Rumah sakit dekat itu banyak. Kenapa nunggu ambulans dari Colombia, dan tidak ada minta bantuan tetangga,” katanya.

Dimas juga mengungkapkan keterangan sopir ambulans yang menurutnya krusial. Saat ambulans tiba sekitar pukul 04.30 WIB, korban disebut masih dalam keadaan bernyawa.

Baca Juga : Prarekonstruksi Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan Sunggal, Polisi Peragakan 43 Adegan

“Korban masih mengap-mengap. Pihak ambulans sempat menolak membawa korban karena sebelumnya dikonfirmasi hanya pendarahan, bukan penikaman,” ujar Dimas.

Saat itu, posisi Faizah disebut duduk bersandar ke lemari. Setelah dinyatakan meninggal dunia, barulah jasad korban dipindahkan ke atas tempat tidur.

Keluarga korban menyoroti setidaknya empat kejanggalan utama. Pertama, apakah saat kejadian korban tidak melawan atau berteriak meminta tolong. Kedua, rentang waktu panjang dari pukul 03.00 hingga 04.30 WIB tanpa adanya permintaan bantuan warga. Ketiga, jumlah dan sebaran luka korban yang mencapai lebih dari 20 tusukan di bagian punggung, perut, tangan, kaki, hingga kepala. Keempat, kondisi terduga pelaku yang merupakan anak bungsu korban berusia 12 tahun.

“Tidak ada luka sama sekali di tangan anak itu. Justru yang ada luka di tangan kakaknya,” kata Dimas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Faizah Soraya ditemukan tewas di kamar lantai satu rumahnya pada Rabu (10/12/2025) dini hari. Ia memiliki dua anak, putri sulung yang duduk di bangku SMA dan anak bungsu yang masih kelas 6 SD. Suami korban, Alham, diketahui tidur di kamar lantai dua rumah tersebut.

Awalnya, Alham menyampaikan kepada tetangga dan kepala lingkungan bahwa istrinya tewas akibat dibunuh anak bungsunya. Namun, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan penyidik masih menyempurnakan proses penyidikan dan penyelidikan lanjutan. Beberapa hari lalu, polisi telah menggelar prarekonstruksi kedua di TKP dengan total 43 adegan.

“Ada 43 adegan yang kita lakukan dalam prarekonstruksi. Mudah-mudahan ini lebih menyempurnakan proses penyidikan dan penyelidikan lanjutan,” ujar Jean Calvijn.

Polisi juga melakukan penggeledahan dan mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kematian korban. Saat ini, penyidik masih menunggu hasil asesmen psikologis terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.

“Tim masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjutan sambil menunggu hasil pemeriksaan asesmen psikolog,” katanya.

Meski proses hukum terus berjalan, pihak kepolisian belum mengungkap siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tragis tersebut.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights