DaerahNewsRagamSumut

LAI Medan Kunjungi HKBP Ressort Poriaha, Beri Penguatan Trauma Healing bagi Anak Korban Banjir dan Longsor

×

LAI Medan Kunjungi HKBP Ressort Poriaha, Beri Penguatan Trauma Healing bagi Anak Korban Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Anak-anak korban banjir dan longsor di wilayah Poriaha–Aloban–Bair berfoto bersama tim Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Kota Medan usai kegiatan trauma healing di HKBP Ressort Poriaha, Kabupaten Tapanuli Tengah. Dalam kunjungan tersebut, LAI Medan membagikan boneka serta memberikan penguatan rohani sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemulihan pascabencana. (Sumber Foto: WA Grup Poriaha Bersinar/Nusantara top.co)

Poriaha, Tapanuli Tengah – NusantaraTop.co –
Sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana alam, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Kota Medan bersama mitra pendukung melakukan kunjungan kemanusiaan ke HKBP Ressort Poriaha, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kunjungan ini bertujuan memberikan penguatan dan pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Poriaha–Aloban–Bair.

Dalam kegiatan tersebut, tim LAI Medan turun langsung menemui anak-anak dengan membagikan boneka, hadiah, serta cerita-cerita Alkitab sebagai sarana penghiburan dan pemulihan psikologis.

Anak-anak tampak antusias dan gembira menerima perhatian serta kasih yang diberikan, meski masih berada dalam situasi pascabencana.

Jemaat HKBP Resort Poriaha M Manullang menjelaskan bahwa kunjungan ini pada, Kamis  18 Desember 2025 ini bukan kegiatan perayaan Natal, melainkan fokus pada pendampingan dan pemulihan trauma bagi anak-anak korban bencana.

“Hanya berkunjung untuk proses pemulihan trauma korban banjir dan longsor, khususnya di daerah Poriaha–Aloban–Bair,” ujar Manullang dalam postingan WAG “Poriaha Bersinar”, Senin (22/12/2025).

Dijelaskan, akses menuju lokasi bencana sendiri sempat mengalami kendala serius. Tim LAI Medan sebelumnya harus menempuh perjalanan melalui jalur udara menuju Sibolga, karena jalur darat dari Medan memakan waktu hingga 12 jam akibat kerusakan parah.

“Sepanjang perjalanan kami melewati 63 titik longsor, alat berat masih bekerja di banyak lokasi, dan tidak sedikit rumah warga yang terbawa longsor,” ungkapnya

“Puji Tuhan, beberapa hari terakhir akses darat mulai kembali bisa dilalui. Tim LAI bahkan telah berhasil menempuh perjalanan darat dari Sibolga–Rampah–Tarutung–Medan dengan waktu tempuh sekitar 9 jam, meskipun kondisi jalan masih dalam tahap pemulihan,” jelas Manullang.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari jemaat dan masyarakat setempat. Mereka berharap kehadiran berbagai pihak, termasuk kegiatan Natal bagi anak-anak di pengungsian, dapat terus dilakukan agar anak-anak yang terdampak bencana merasa terhibur dan secara perlahan pulih dari trauma yang dialami.

Kegiatan ini juga menjadi semangat yang digaungkan dalam Kasih dan kemanusiaan oleh tim LAI.(Red)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights