NasionalPertanianSumut

Mantan Mentan Bungaran Saragih Apresiasi Capaian Andi Amran, Swasembada Beras Dinilai Strategis

×

Mantan Mentan Bungaran Saragih Apresiasi Capaian Andi Amran, Swasembada Beras Dinilai Strategis

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (kiri) serahterima buku dengan Menteri Pertanian RI periode 2000–2004 Prof. Bungaran Saragih saat pertemuan di Kantor Badan Pangan Nasional, Jakarta, Jumat (30/1/2026) (Foto Dok. KementanRI).

Jakarta, NusantaraTop.co — Menteri Pertanian Republik Indonesia periode 2000–2004, Prof. Bungaran Saragih, menilai capaian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjaga sektor pangan nasional sebagai langkah strategis, khususnya dalam mempertahankan swasembada beras dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Bungaran, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan penguatan kebijakan pangan nasional, tetapi juga memperoleh pengakuan melalui penghargaan bergengsi di bidang pangan yang diraih Mentan Amran. Penghargaan ini dinilainya sebagai catatan penting dalam sejarah pembangunan pertanian nasional, karena belum pernah diraih oleh Menteri Pertanian pada periode sebelumnya.

“Saya menyampaikan selamat kepada Pak Menteri karena mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Pertanian di bidang pangan. Ini baru yang pertama dan tentu menjadi kebanggaan bersama,” ujar Bungaran usai pertemuan dengan Mentan Amran di Kantor Badan Pangan Nasional, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Pengakuan tersebut diwujudkan melalui penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Mentan Andi Amran Sulaiman pada 7 Januari 2026 di Karawang.

Bungaran menilai keberhasilan pemerintah di bawah kepemimpinan Mentan Amran dalam menjaga swasembada beras sebagai pencapaian signifikan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan produksi, melainkan memastikan keberlanjutan swasembada pangan secara konsisten.

“Swasembada beras memang pernah kita capai sebelumnya, tetapi tugas kita sekarang adalah bagaimana swasembada itu bisa berkelanjutan, tidak hanya sekali,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar sektor pertanian nasional, yakni belum optimalnya pengembangan agroindustri dan sektor hilir, sehingga nilai tambah hasil pertanian belum sepenuhnya dirasakan oleh petani.

“Sudah sejalan rupanya pemikiran kami, bahwa salah satu kendala besar kemajuan pertanian ke depan adalah belum berkembangnya agroindustri. Hilirisasi menjadi kunci agar hasil kerja keras petani bisa berkembang dan bernilai tambah,” jelas Bungaran.

Lebih lanjut, Bungaran menyatakan kesiapannya untuk terus berdiskusi dan berbagi pandangan dengan jajaran Kementerian Pertanian terkait arah pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam memperkuat hilirisasi dan transformasi sektor pertanian, sebagaimana yang juga ditekankan oleh Mentan Amran.

Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian swasembada pangan serta berbagai penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga jajaran Kementerian Pertanian.

Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi, inovasi, dan kerja nyata di lapangan agar keberhasilan sektor pertanian nasional dapat terus berkelanjutan.

Ke depan, Mentan Amran berkomitmen memperkuat transformasi pertanian nasional melalui penguatan hilirisasi dan modernisasi pertanian. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga swasembada pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas lapangan kerja, serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor pertanian.(red/kementan)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights