JAKARTA, NusantaraTop.co – Sedikitnya 80 orang dilaporkan tewas setelah kapal selam Amerika Serikat menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, menurut laporan kantor berita Reuters, Rabu (4/3/2026).
Kapal perang yang menjadi sasaran adalah IRIS Dena, fregat kelas Moudge milik Angkatan Laut Iran. Kapal tersebut diketahui baru saja mengikuti latihan angkatan laut multilateral di India dan tengah dalam perjalanan kembali ketika diserang torpedo dari kapal selam AS.
IRIS Dena sebelumnya berpartisipasi dalam latihan laut internasional MILAN 2026, yang digelar oleh Angkatan Laut India di kawasan Indo-Pasifik. Latihan itu mempertemukan angkatan laut dari berbagai negara guna memperkuat interoperabilitas, kesadaran domain maritim, serta kemampuan respons kolektif, termasuk operasi peperangan anti-kapal selam dan pertahanan udara.
AS Konfirmasi Serangan
Pemerintah Amerika Serikat belum merinci jumlah korban jiwa secara resmi. Namun Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi adanya serangan kapal selam terhadap kapal perang Iran tersebut.
“Kapalselam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu dihantam torpedo,” ujar Hegseth kepada wartawan.
Departemen Pertahanan AS juga merilis video hitam-putih yang memperlihatkan sudut pandang menyerupai periskop kapal selam dan ledakan di kejauhan. Langkah ini dinilai belum pernah terjadi sebelumnya, karena militer jarang merilis visual hampir waktu nyata dari serangan kapal selam.
Diduga Tidak Terdeteksi
Analis pertahanan menilai kapal perang Iran kemungkinan besar tidak mendeteksi keberadaan kapal selam AS, bahkan saat berada di kedalaman periskop. Hal ini menunjukkan keunggulan taktik dan kemampuan operasi senyap kapal selam Amerika.
Belum diketahui apakah kapal selam AS telah membuntuti IRIS Dena sejak keberangkatannya dari Iran menuju India untuk mengikuti MILAN 2026. Sejumlah analis menduga praktik pelacakan pasif semacam itu lazim dilakukan antarangkatan laut sebagai bagian dari pengumpulan intelijen.

32 Awak Diselamatkan, 148 Hilang
Otoritas Sri Lanka menyatakan telah menyelamatkan 32 awak kapal IRIS Dena. Namun, sebanyak 148 pelaut lainnya masih dinyatakan hilang, dengan harapan menemukan korban selamat tambahan dinilai sangat kecil.
Hegseth menyebut serangan tersebut sebagai “kematian senyap” dan menjadi penenggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo AS sejak Perang Dunia II. “Seperti dalam perang itu, kami berperang untuk menang,” tegasnya.
Pentagon menyatakan salah satu tujuan utama perang AS–Israel melawan Iran yang diluncurkan akhir pekan lalu adalah melumpuhkan kekuatan angkatan laut Teheran.(red)
Sumber : NDTV World
Editor : Pahotan M Hutagalung












