DaerahHukumPertanianSumut

Mantan Personel TNI Tewas Diduga Dikeroyok Petugas Keamanan Perkebunan di Deli Serdang

×

Mantan Personel TNI Tewas Diduga Dikeroyok Petugas Keamanan Perkebunan di Deli Serdang

Sebarkan artikel ini
Ket Foto : Ilustrasi menampilkan suasana kejadian di perkebunan sawit dengan elemen garis polisi dan petugas keamanan. NusantaraTop.co

Deli Serdang, NusantaraTop.co – Seorang pria bernama Indra Utama (44), yang diketahui merupakan mantan personel TNI, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dikeroyok sejumlah petugas pengamanan perkebunan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Korban disebut-sebut sempat dipergoki saat diduga mencuri buah kelapa sawit.

Korban merupakan warga Dusun 14 Krani Lama, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak.

Kepala Dusun 14 Krani Lama, Sudarmanto (46), mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Dusun 13 Tegal Rejo, Desa Bulu Cina, pada Senin (2/3/2026) malam. Ia baru mengetahui kejadian itu setelah mendapat telepon dari Kepala Desa Bulu Cina pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Saya ditelepon Pak Kades, beliau bilang ada warga yang ketahuan mencuri sawit, tapi sudah meninggal di Klinik Asia Medika,” ujar Sudarmanto, Rabu (4/3/2026).

Mendapat informasi tersebut, Sudarmanto kemudian memastikan identitas korban. Setelah dicek, ternyata korban adalah Indra Utama, yang merupakan adik iparnya.

Pihak keluarga kemudian mendatangi Klinik Asia Medika Tandam. Setibanya di lokasi, keluarga mendapati korban sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh lebam.

Merasa ada kejanggalan, keluarga membawa jasad korban ke RS Djoelham Binjai dengan tujuan melakukan autopsi. Namun pihak rumah sakit meminta surat resmi dari kepolisian untuk proses tersebut.

Selanjutnya, keluarga membawa jasad korban ke Polsek Hamparan Perak untuk membuat laporan sekaligus meminta surat pengantar autopsi. Jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk dilakukan autopsi.

“Sekitar pukul 07.30 WIB kami bawa ke RS Bhayangkara untuk autopsi. Sampai di sana sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung ke ruang jenazah hingga proses autopsi selesai,” jelas Sudarmanto seperti dikutip dari detiksumut.

Proses autopsi selesai dilakukan pada Selasa sore. Setelah itu, pihak keluarga membawa jasad korban ke rumah duka untuk dimakamkan.

Sudarmanto mengungkapkan, sebelum kejadian tersebut korban sempat keluar rumah. Namun keluarga tidak mengetahui tujuan korban pergi saat itu.

Belakangan, keluarga mendapat informasi bahwa korban diduga dipergoki mencuri buah sawit oleh petugas keamanan di lokasi agen sawit. Setelah itu, korban disebut dibawa ke sebuah lokasi tidak jauh dari tempat kejadian dan diduga mengalami penganiayaan sebelum akhirnya dibawa ke klinik.

“Pengeroyokan diduga terjadi di luar perkebunan, tepatnya di perkampungan. Mereka menunggu di agen sawit, di dekat situ korban dipukuli. Informasi dari pihak klinik, korban sudah meninggal saat dibawa,” katanya.

Pihak keluarga berharap kasus kematian Indra Utama dapat diusut secara tuntas oleh pihak kepolisian. Meski mengakui korban diduga melakukan kesalahan, keluarga menilai tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan.

“Kami meminta keadilan. Kami akui kalau memang korban bersalah, tapi kenapa sampai menghilangkan nyawa? Kenapa tidak diserahkan saja ke pihak berwajib,” ujarnya.

Keluarga juga menemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban, terutama di bagian wajah dan dada. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga dikeroyok sekitar enam orang petugas keamanan perkebunan.

“Iya, katanya mencuri sawit. Sampai sekarang keluarga juga belum tahu pasti berapa yang diambil, kabarnya sekitar empat janjang. Dari saksi terlihat ada sekitar enam orang yang memukul,” kata Sudarmanto.

Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan mantan personel TNI yang diberhentikan dari dinas sekitar tahun 2014. Selama ini korban diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan tinggal bersama keluarganya setelah bercerai dengan istrinya.

“Korban tidak bekerja. Benar, dia mantan TNI, sudah dipecat sekitar tahun 2014,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

“Pasti kita selidiki,” singkat Agus saat dikonfirmasi.(red)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights