Jakarta, NusantaraTop.co – Dunia hiburan Tanah Air berduka. Komedian dan aktor Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal sebagai Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.42 WIB di usia 59 tahun.
Suasana duka menyelimuti rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Putri almarhum, Rambu, mengungkapkan momen terakhir komunikasi dengan sang ayah yang kini menjadi kenangan mendalam bagi keluarga.
Rambu mengaku pertama kali mengetahui kondisi ayahnya setelah menerima telepon dari kakak-kakaknya pada Minggu pagi. Saat itu ia diberi kabar bahwa Temon telah dilarikan ke rumah sakit.
“Saya kurang tahu spesifiknya, tapi saya dikabarin sekitar jam 8 lewat, jam setengah 9-an,” ujar Rambu di rumah duka, Minggu (12/7/2026).
Mendengar kabar tersebut, Rambu langsung bergegas menuju rumah sakit. Namun, di tengah perjalanan ia kembali menerima telepon yang mengabarkan bahwa sang ayah telah meninggal dunia.
“Kayak ngabarin Papa masuk rumah sakit gitu. Terus ya sudah langsung ke rumah sakit, terus pas ditelepon lagi mau ngabarin lagi OTW, dikabarinnya sudah enggak ada,” tuturnya.
Percakapan Terakhir
Rambu mengenang komunikasi terakhirnya dengan Temon yang terjadi pada Rabu malam, beberapa hari sebelum sang ayah meninggal dunia. Menurutnya, tidak ada pembicaraan mengenai kondisi kesehatan.
“Hari Rabu malam kalau enggak salah. Komunikasi terakhir,” katanya.
Dalam percakapan tersebut, Temon hanya menyampaikan informasi mengenai sebuah seminar yang menurutnya layak diikuti oleh putrinya.
“Cuma ngasih tahu ada seminar gitu buat saya ikutin,” ujar Rambu.
Ia juga mengaku tidak melihat tanda-tanda kondisi kesehatan ayahnya memburuk.
“Enggak sih, enggak ada tanda-tanda apa-apa,” pungkasnya.
Memiliki Riwayat Hipertensi
Rambu mengatakan, sejauh yang diketahuinya sang ayah memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.
“Saya tahunya punya darah tinggi sih. Yang saya tahu itu, darah tinggi,” katanya.
Asisten Temon, Febry, juga membenarkan bahwa almarhum memiliki riwayat hipertensi. Meski demikian, penyebab pasti meninggalnya Temon masih menunggu keterangan resmi dari pihak medis.
“Belum tahu pasti, tapi emang ada darah tinggi,” ujar Febry.
Pihak keluarga menyebut Temon diduga mengalami serangan jantung sebelum mengembuskan napas terakhir. Jenazah kini disemayamkan di rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Perjalanan Karier Temon
Temon mengawali karier di dunia hiburan sebagai penyiar Radio SK pada 1992. Ia merupakan lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang menyelesaikan pendidikannya setelah mendapat tambahan waktu untuk menyelesaikan skripsi.
Sebelum dikenal sebagai komedian, Temon sempat bekerja sebagai Human Resources Development (HRD) dan menjalani praktik di Rumah Sakit Jiwa.
Namanya semakin dikenal publik saat berduet dengan Abdel Achrian dalam film “Abdel dan Temon Bukan Superstar” pada 2008. Duet keduanya juga kerap menghibur masyarakat melalui berbagai program televisi dan panggung komedi.
Rekan Artis Sampaikan Duka
Kepergian Temon meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sesama artis.
Abdel Achrian melalui akun Instagram pribadinya menuliskan ucapan belasungkawa.
“Innalillahi wainnalillahi rojiun. Selamat jalan Mon.”
Ucapan duka juga disampaikan komedian Bopak Castello.
“Turut berduka cita atas kepergian temanku Temon. Selamat jalan sahabat.”
Kepergian Temon menjadi kehilangan besar bagi dunia hiburan Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai komedian yang rendah hati, cerdas, dan telah menghibur masyarakat selama puluhan tahun.(red)












