Medan, NusantaraTop.co – Aksi gabungan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama sejumlah tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat kembali menggelar demonstrasi menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Aksi berlangsung pada Senin (10/11) di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, tepatnya di sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro hingga Jalan Cut Meutia, Medan.
Massa menuntut Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution hadir langsung untuk mendengar aspirasi mereka terkait tuntutan penutupan perusahaan pulp dan kertas tersebut.
Wakil Gubernur Surya Temui Massa
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya turun langsung menemui massa aksi. Surya menyampaikan bahwa Gubernur Bobby Nasution tidak dapat hadir karena sedang berada di Istana Negara menghadiri agenda resmi.
“Bapaklah yang menghadapi rakyat kita itu, karena saya sekarang lagi ada acara di Istana Negara,” kata Surya menyampaikan pesan Bobby kepada massa, seraya menunjukkan undangan acara sebagai bukti.
Namun, massa tetap bersikukuh ingin bertemu langsung dengan Gubernur.
“Kami menghargai kedatangan Pak Wakil Gubernur, tapi bukan Pak Surya yang mengambil keputusan,” ujar salah satu orator yang disambut teriakan massa meminta Bobby hadir.
Surya kemudian menyampaikan bahwa pertemuan langsung dapat dijadwalkan di waktu lain.
“Kalau memang harus langsung, kita pertemukan di lain waktu,” ucap Surya.

Massa Minta Bukti Komitmen Penutupan TPL
Massa aksi meminta agar Gubernur dapat berkomunikasi melalui video call atau pesan langsung yang dapat ditunjukkan kepada mereka sebagai bentuk komitmen terkait tuntutan penutupan TPL.
Namun Surya menyebutkan bahwa telepon genggam Bobby Nasution tidak dapat digunakan karena harus dititipkan sesuai prosedur keamanan acara di Istana Negara.
Tak beberapa lama, Wakil Gubernur meninggalkan lokasi, sementara massa tetap bertahan.
Massa Kecewa dan Menuding Gubernur Tidak Hadir untuk Warga
Sebagian massa mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran Gubernur Bobby Nasution.
“Seperti inilah Gubernur kita, tidak peduli dengan warganya yang di daerah, lebih mementingkan acara di istana,” ujar salah satu orator.
Seorang mahasiswa yang mengaku pernah menjadi bagian tim pemenangan Bobby Nasution pada Pilgub Sumut juga menyampaikan kekecewaannya, mengaku menyesal memilih Bobby.
Hingga sekitar pukul 14.30 WIB, massa masih bertahan di depan Kantor Gubernur sambil menggoyang pagar sebagai bentuk protes. Aparat kepolisian terlihat melakukan penjagaan untuk mengantisipasi situasi.
Massa tetap menuntut bukti tertulis berupa persetujuan Gubernur atas penutupan TPL.
Aksi Berpotensi Berlanjut
Tidak kunjung mendapat pertemuan langsung dengan Gubernur Bobby Nasution, massa akhirnya membubarkan diri. Mereka berjanji akan kembali dengan aksi lanjutan.
“Aksi ketiga akan kami gelar dan akan menghadirkan massa yang lebih besar,” ujar salah satu perwakilan aksi.(red/tim)












