Medan, NusantaraTop.co — Atmosfer persaingan penuh konsentrasi dan strategi mewarnai Open Turnamen Junior Maret 2026 yang kembali digelar Alpha Chess Club (ACC) bekerja sama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Medan serta Perkumpulan Perguruan Nasrani Medan (PPNM), Minggu (1/3/2026).
Turnamen berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di Gedung PPNM TK, SD, SMP, SMA Swasta Nasrani 2 Medan, Jalan Pendidikan No. 88, Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.
Kompetisi ini mempertandingkan dua kategori kelompok usia, yakni:
- Junior KU 6–11 tahun
- Junior KU 11–15 tahun
- KU 15–19 (pelajar SD–SMA)
Seluruh pertandingan menggunakan format Rapid Chess 10 menit + tambahan 3 detik, dengan sistem Swiss Pairing dan hasil resmi tercatat melalui platform Chess-Results.
Duel Strategi Sejak Babak Awal
Sejak babak pertama dimulai, para pecatur muda langsung menunjukkan permainan agresif. Beberapa papan utama langsung menyajikan duel terbuka dengan tempo cepat, khas catur rapid.
Pada kategori KU 15–19, Muhammad Alfi Syahri langsung mencuri perhatian sejak awal dengan kemenangan penting yang menjaga posisinya di papan atas klasemen sementara.
Memasuki babak keempat, persaingan semakin ketat. Raiyyan, Muhammad Rizziq, dan Yudha Andika terus menempel perolehan poin, membuat peluang juara masih terbuka hingga babak terakhir.
Ketegangan mencapai puncak pada babak kelima, ketika papan satu mempertemukan Muhammad Alfi Syahri melawan Christian Marlundu Nainggolan. Alfi tampil tenang dan berhasil mengamankan kemenangan krusial yang memastikan dirinya keluar sebagai juara.
Klasemen Akhir KU 15–19
- Muhammad Alfi Syahri — 5 poin
- Raiyyan — 4 poin
- Muhammad Rizziq — 4 poin
Persaingan Ketat KU 11–15: Juara Ditentukan di Babak Akhir
Kategori KU 11–15 menjadi salah satu yang paling dramatis. Hingga babak keempat, David dan Jordan Angelo Tarman masih berbagi poin setelah hasil remis pada pertemuan mereka.
Penentuan gelar akhirnya terjadi pada babak kelima saat David menghadapi Lewin Chen di papan utama. Bermain dengan tekanan waktu, David berhasil memanfaatkan kesalahan akhir lawan dan mengunci kemenangan penting.
Hasil tersebut memastikan David finis di posisi puncak dengan keunggulan tie-break.
Baca Juga : Alpha Chess Club dan Percasi Medan Gelar Turnamen Catur Junior 2026
Klasemen Akhir KU 11–1
5
- David — 4,5 poin
- Jordan Angelo Tarman — 4,5 poin
- Hartawan Jusuf — 4 poin
Pertandingan kategori ini dikenal penuh kejutan, di mana beberapa pemain papan tengah berhasil mengalahkan unggulan melalui taktik cepat dan permainan menyerang.
KU 6–11: Bibit Muda Mulai Bersinar
Pada kelompok usia KU 6–11, dominasi permainan taktis terlihat sejak babak awal. Jeffin Octavian Thangkasa tampil konsisten hingga akhir turnamen dan keluar sebagai juara dengan raihan poin sempurna.
Klasemen Akhir KU 6–11
- Jeffin Octavian Thangkasa — 5 poin
- Mario Wiranegara Harianja — 4 poin
- Finn Spencer Effendi — 4 poin
Kategori ini menjadi sorotan karena banyak pemain usia dini sudah menunjukkan pemahaman strategi pembukaan dan endgame yang matang.
Ketua ACC: Turnamen Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda
Ketua Alpha Chess Club, Petrus Maxwel Silalahi, menyampaikan turnamen ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan pecatur muda di Kota Medan.
“Kami ingin menciptakan ruang kompetisi yang sehat dan rutin bagi pecatur junior. Dengan sistem Swiss dan pencatatan resmi internasional, anak-anak belajar bukan hanya menang, tetapi juga disiplin, sportivitas, dan berpikir strategis,” ujarnya.
Ia menambahkan ACC berkomitmen menjadikan turnamen bulanan sebagai ajang pencarian bibit atlet catur Sumatera Utara menuju level nasional.
Orang Tua Peserta Apresiasi Atmosfer Kompetitif
Kim Hai, ayah dari David yang berhasil meraih gelar juara, mengaku sangat mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang dilaksanakan Alpha Chess Club.
“Turnamen seperti ini sangat positif. Anak-anak belajar fokus, sabar, dan berani mengambil keputusan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus rutin diadakan karena dampaknya sangat baik bagi perkembangan mental dan prestasi anak,” katanya.
Antusiasme Tinggi Pecatur Muda Medan
Sepanjang turnamen, ruangan pertandingan dipenuhi suasana hening khas catur — hanya terdengar bunyi jam digital dan geseran bidak di papan. Para peserta menunjukkan sportivitas tinggi, sementara orang tua dan pelatih memantau jalannya pertandingan dari luar arena.
Turnamen ini sekaligus memperlihatkan meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga catur di Kota Medan.
Alpha Chess Club menargetkan turnamen berikutnya dapat menjangkau peserta lebih luas dan menjadi kalender tetap pembinaan pecatur junior daerah.(red)
Laporan & Editor : Pahotan M Hutagalung












