Los Angeles, NusantaraTop.co, Minggu (15/2/2026) – Aktris Hollywood, Angelina Jolie, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk memulai babak baru kehidupannya di luar Amerika Serikat setelah anak kembarnya, Vivienne dan Knox, genap berusia 18 tahun.
Bintang film Eternals itu disebut telah lama ingin tidak menetap penuh waktu di Los Angeles. Namun, keputusannya selama ini terikat oleh pengaturan hak asuh dengan mantan suaminya, Brad Pitt.
Vivienne dan Knox, anak bungsu dari enam anak Jolie, akan berusia 18 tahun pada 12 Juli mendatang. Setelah itu, Jolie disebut lebih leluasa menentukan tempat tinggalnya.
Prioritaskan Privasi dan Keamanan Anak

Dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter pada 2024, Jolie menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah privasi dan keamanan keluarga.
“Ketika Anda memiliki keluarga besar, Anda ingin mereka memiliki privasi, ketenangan, dan rasa aman,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencananya untuk lebih banyak menghabiskan waktu di Kamboja, negara yang memiliki makna khusus dalam hidupnya.

Ikatan Emosional dengan Kamboja
Jolie mengadopsi putra pertamanya, Maddox, dari Kamboja pada 2002. Pengalaman tersebut mengubah pandangannya terhadap dunia internasional dan isu kemanusiaan.
Dalam wawancara dengan Vogue India, ia menyebut Kamboja sebagai negara yang membuatnya lebih peduli terhadap isu pengungsi dan mendorongnya bergabung dengan UNHCR.
Setelah menjalin hubungan dengan Brad Pitt, Jolie kembali mengadopsi dua anak lainnya, Zahara dan Pax. Pitt kemudian secara resmi mengadopsi ketiganya. Selain itu, Jolie dan Pitt juga memiliki tiga anak biologis: Shiloh, Vivienne, dan Knox.

Kritik terhadap Kondisi Amerika
Dalam beberapa tahun terakhir, Jolie juga kerap menyampaikan pandangan kritis terhadap situasi di Amerika Serikat. Saat menghadiri Festival Film San Sebastián di Spanyol pada September lalu, ia mengaku merasa tidak lagi mengenali negaranya.
“Saya mencintai negara saya, tetapi saat ini saya tidak mengenali negara saya,” ujarnya, seperti dikutip Variety.
Sebelumnya, pada 2017, Jolie juga menulis opini di The New York Times yang menentang kebijakan larangan imigrasi Presiden Donald Trump saat itu. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan lebih banyak pihak dibanding manfaatnya.

Dengan latar belakang keluarga internasional dan keterlibatannya dalam isu kemanusiaan global, kepindahan Jolie ke luar negeri dinilai sebagai langkah yang selaras dengan pandangan hidupnya selama ini.
Jika rencana tersebut terealisasi, maka Los Angeles mungkin bukan lagi pusat kehidupan bagi salah satu ikon Hollywood paling berpengaruh di era modern ini.(red/foxnews)
Editor : Pahotan M Hutagalung












