DaerahNewsRagamSumut

API Kunjungi PPDI Sumut: Pers Diminta Jadi Pelayan Kebenaran, Bukan Fitnah

×

API Kunjungi PPDI Sumut: Pers Diminta Jadi Pelayan Kebenaran, Bukan Fitnah

Sebarkan artikel ini
Pengurus Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Saat Berkunjung Ke Skretariat Perkumpulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (PPDI) Sumut, Senin (9/6/2025)

Medan, Nusantaratop.co – Banyak pendeta memandang pers sebagai alat penting dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan, sesuai dengan prinsip-prinsip moral dan etika Kristen.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Sumatera Utara (Sumut) Choki Lumbantobing, M. Th saat berkunjung ke kantor secretariat Perkumpulan Pers Daerah Seluruh Indonesia (PPDI) Sumatera Utara (Sumut) jln Kapten Muslim No. A11/13, Helvetia, Kota Medan

Choki mengatakan jika dijalankan secara jujur dan bertanggung jawab, pers bisa dianggap sebagai bagian dari pelayanan profetik (nabi), yang menyerukan kebenaran kepada masyarakat.

“Pers yang bebas dan bertanggung jawab adalah bagian dari suara kenabian di dunia modern.”kata Ketua API Sumut yang diamini pengurusnya dan PPDI Sumut.

Di sisi lain, kata Choki beberapa pendeta merasa perlu waspada terhadap pers yang dianggap terlalu sensasional, tidak objektif, atau menyesatkan publik demi keuntungan atau agenda tertentu. Hal ini bisa menjadi batu sandungan bagi masyarakat, termasuk jemaat.

“Jika pers menjadi alat fitnah atau menyebar kebohongan, maka itu bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran yang diajarkan dalam Alkitab.”

Pendeta yang memiliki wawasan sosial dan politik biasanya melihat pers sebagai penjaga demokrasi, termasuk dalam hal membela hak-hak orang miskin, tertindas, atau minoritas — nilai-nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam kekristenan.

Ketua API Sumut berharap agar wartawan dan perkumpulan pers, memegang teguh etika jurnalistik, menjadi pembawa damai, tidak menyebarkan hoaks, dan mengedepankan kasih dan keadilan dalam pemberitaan.

Ketua PPDI Sumut Rudiwanto Munthe, S. Th mengapresiasi yang disampaikan API. PPDI Sumut bertujuan untuk membuka diklat bagi para pers yang ada di Sumatera Utara.

“Benar yang dikatakan pak Choky, wartawan itu pekerjaannya mulia, kalau dijalankan dengan baik. Kita berharap kedepannya pers makin baik dimata masyarakat dan pemerintah melalui pelatihan etika jurnalistik, dan tentang undang-undang pers No 40 tahun 1999,” singkat Rudi (red)

Laporan & Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights