Jakarta, Nusantaratop.co — Kemenangan gemilang tak menutup kekecewaan mendalam bagi atlet MMA asal Kota Pematangsiantar, Ronald Mastrana Siahaan. Pria 24 tahun itu, usai mempertahankan sabuk juara Lightweight One Pride MMA lewat kemenangan angka mutlak atas Alan Darmawan Lolo di ajang bertajuk “The Kick of Death”, Sabtu malam (14/5/2025). Disela kemenangan itu atlet muda ini meluapkan kekecewaannya terhadap Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi.

Dalam wawancara usai pertandingan yang digelar Sabtu malam di Jakarta, Ronald mengungkapkan rasa sakit hatinya atas pernyataan sang Wali Kota yang dianggap merendahkan perjuangan para atlet.
“Saya mohon yang ada di sini, tolong rekam saya, ini kekecewaan saya. Minggu lalu, junior saya Ajay Pasaribu minta dukungan ke Bapak Wali Kota. Tapi jawaban yang didapat sangat mengecewakan,” ujar Ronald penuh emosi seperti dilihat nusantaratop.co, di akun instagramnya ronald_siahaan_16, Minggu (15/6/2025).
Baca Juga : Percasi Sumut Patenkan Kejurprov di Pematangsiantar, Ketua Eddy: Kepala Daerah Seyogianya Menyambut Baik!
Menurut Ronald, sang Wali Kota menyarankan agar Ajay berhenti menjadi atlet karena “tidak ada uang di situ”. Bahkan, menurut Ronald, wali kota sempat berkata, “Tak ada atlet jadi kaya, mending kerja di rumah saya, saya gaji.”
Ucapan tersebut membuat Ronald merasa masa depan atlet di kampung halamannya terancam.

“Kami berdarah-darah untuk membanggakan daerah. Tapi malah dapat jawaban seperti itu. Tolong Pak, kata-kata seperti itu dicabut dalam-dalam,” tegas Ronald.
Meski kecewa, Ronald tetap menunjukkan sikap hormat terhadap pemimpin daerah. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk lebih menghargai perjuangan atlet, tidak hanya di Pematangsiantar, tetapi di seluruh Indonesia.
“Saya sangat menghargai pemimpin daerah. Tapi tolong, hargai juga kami, para atlet,” tutupnya.(red)
Laporan & Editor : Pahotan M H












