Jakarta, NusantaraTop.co – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026) sore.
Sekitar 25 mahasiswa melakukan aksi di samping lokasi demonstrasi Aliansi Masyarakat Jakarta Timur yang sebelumnya menyuarakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa PMKRI menggelar aksi di jalur menuju Jalan MH Thamrin dengan membawa berbagai atribut dan simbol protes.
Aksi tersebut menarik perhatian karena mahasiswa membawa tiga salib berwarna merah. Sebuah salib berukuran besar dibawa di tengah barisan massa, sementara dua salib lainnya yang lebih kecil dipasangi foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain mengenakan pakaian serba hitam dan atribut organisasi, para demonstran juga membawa spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah. Salah satu spanduk bertuliskan “Turunkan Harga Bahan Pokok”.
Massa juga menyampaikan empat tuntutan utama, yakni mengembalikan stabilitas nilai tukar rupiah, menurunkan harga BBM, mengevaluasi program pemerintah yang dianggap tidak realistis, serta mencopot pejabat yang dinilai tidak kompeten di bidangnya.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan MH Thamrin mengalami pembatasan. Petugas hanya membuka satu lajur bagi kendaraan yang melintas.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Johanes Jonianus Tae, menjelaskan bahwa simbol tiga salib merah yang dibawa dalam aksi bukan semata-mata simbol keagamaan, melainkan bentuk kritik terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
“Sebagai putra asal NTT, kami membawa salib merah sebagai simbol perlawanan dari Merauke hingga Jakarta terhadap berbagai ketimpangan yang dirasakan masyarakat saat ini,” ujar Johanes kepada wartawan.
Menurutnya, aksi tersebut bertujuan menyuarakan keresahan masyarakat terkait meningkatnya beban ekonomi serta mendorong pemerintah agar lebih fokus pada kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Johanes menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal berbagai kebijakan publik dan menyampaikan kritik sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial demi terciptanya pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(red/kompas.com)
Editor : Pahotan M Hutagalung












