DaerahEkonomi & BisnisSumutTeknologi & Digital

BI Pematangsiantar: Wartawan Garda Terdepan Jaga Kualitas Informasi Ekonomi

×

BI Pematangsiantar: Wartawan Garda Terdepan Jaga Kualitas Informasi Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Yudha Wirawan saat sampaikan sambutan pada Capacity Building Media di Jakarta.

Jakarta, NusantaraTop.co – Kegiatan Capacity Building Media dinilai menjadi ruang penting untuk memperkuat kualitas pemberitaan dan meningkatkan kapasitas wartawan dalam memahami dinamika isu ekonomi yang semakin cepat. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Yudha Wirawan, saat membuka kegiatan bersama 17 Wartawan Ekonomi dan Bisnis SISIBATASLABUHAN (WEBS) di Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (02/12/2025).

Yudha menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan memiliki peran vital dalam memastikan publik menerima informasi ekonomi yang benar, akurat, dan jernih.

“Wartawan adalah garda terdepan untuk membentuk pemahaman publik terhadap kondisi perekonomian,” ujar Yudha.

Wartawan sebagai Komponen Strategis dalam Ekosistem Kebijakan

Menurut Yudha, Bank Indonesia memandang media bukan sekadar mitra, melainkan bagian strategis dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat.

“Keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya ditentukan oleh substansi, tetapi juga sejauh mana informasi itu dipahami dan diyakini masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa informasi yang tepat dapat menurunkan ketidakpastian, meningkatkan kepercayaan, dan memperkuat respons masyarakat terhadap kebijakan Bank Indonesia.

Kemitraan Strategis BI dan Media

Yudha menyebut kemitraan BI dan media dibangun di atas tiga pilar utama:

  1. Penguatan literasi dan pemahaman ekonomi wartawan.
  2. Penyaluran informasi kebijakan secara terbuka dan akurat.
  3. Kolaborasi dalam membangun kesadaran ekonomi masyarakat.

Sinergi BI bersama wartawan disebut berperan penting dalam membangun pemahaman publik terkait isu-isu ekonomi daerah, mulai dari pengendalian inflasi, perkembangan UMKM, investasi, hingga literasi keuangan digital seperti QRIS dan transaksi nontunai.

“Pemberitaan yang konstruktif membantu masyarakat membuat keputusan ekonomi yang lebih bijak, membantu UMKM, dan mendorong pemerintah daerah mengambil kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Rangkaian Agenda Capacity Building Media

Untuk memperkuat kolaborasi tersebut, BI menghadirkan rangkaian agenda capacity building yang dirancang khusus, meliputi:

  • Diskusi mendalam seputar isu ekonomi.
  • Sesi berbagi bersama para Pemimpin Redaksi.
  • Sesi edukasi mengenai Pelindungan Konsumen.
  • Kunjungan langsung ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam kunjungan ke BEI, para wartawan mendapat kesempatan memahami mekanisme pasar modal, perdagangan saham, serta bagaimana data keuangan diolah menjadi indikator ekonomi nasional. Pengetahuan ini diharapkan memperkaya kemampuan wartawan dalam meliput isu keuangan dan investasi.

Peran Wartawan Jaga Optimisme Ekonomi

Yudha turut menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, keberadaan pemberitaan yang akurat dan menenangkan turut berkontribusi menjaga stabilitas.

“Wartawan memiliki peran besar menjaga optimisme masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, kita memastikan publik memiliki pemahaman yang benar dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” tutupnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama: Hosianna Evalita Situmorang dari Divisi Ekonomi Bank Danamon Indonesia, dan Andi Muhidin dari Media Republika.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights