Toba, NusantaraTop.co – Intensitas hujan yang tinggi dalam tiga pekan terakhir di wilayah Kabupaten Toba berdampak pada kenaikan permukaan air Danau Toba. Meski belum signifikan, kenaikan ini mulai menjadi perhatian para pelaku wisata di sekitar kawasan danau.
Pengelola Pantai Pasir Putih Parparean, Kecamatan Porsea, H. Napitupulu, mengatakan bahwa dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan volume air danau yang diperkirakan mencapai sekitar 5 sentimeter.
“Naiknya air danau memang tidak terlalu signifikan, diperkirakan sekitar 5 sentimeter saja, belum sampai menenggelamkan seluruh area pantai seperti sebelumnya,” ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Ia berharap kondisi tersebut tidak berlanjut seperti tahun sebelumnya, di mana kenaikan air danau sempat menenggelamkan kawasan pantai berpasir dan taman, sehingga berdampak pada penurunan jumlah wisatawan secara drastis.
Meski demikian, Napitupulu tetap mensyukuri turunnya hujan karena memberikan manfaat bagi sektor pertanian serta mencegah kekeringan.
“Curah hujan tetap membawa berkah bagi petani dan menjaga ketersediaan air,” tambahnya.
Sementara itu, Risa, resepsionis Purnama Hotel dan Restoran di Kecamatan Balige, menyebutkan bahwa kenaikan permukaan air saat ini belum berdampak langsung terhadap operasional tempatnya bekerja.
“Airnya belum sampai ke lantai restoran seperti tahun lalu. Kalau sampai terjadi, tentu akan berpengaruh pada jumlah pengunjung,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini sektor kuliner menjadi andalan, mengingat tingkat hunian hotel masih relatif sepi.
Kondisi ini membuat para pelaku usaha wisata di sekitar Danau Toba terus memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air, guna mengantisipasi dampak yang lebih besar ke depannya. (red)












