Ekonomi & BisnisNasionalRagam

Defisit APBN 2025 Tembus Rp695,1 Triliun, Menkeu Purbaya: Demi Jaga Ekonomi Tetap Ekspansif

×

Defisit APBN 2025 Tembus Rp695,1 Triliun, Menkeu Purbaya: Demi Jaga Ekonomi Tetap Ekspansif

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dan jajaran melakukan konferensi pers APBNKITA di Jakarta, Senin (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)

NusantaraTop.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Desember 2025 mengalami defisit sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit tersebut melebar dibandingkan outlook laporan semester II 2025 yang sebelumnya ditargetkan sebesar 2,78 persen dari PDB atau sekitar Rp662 triliun. Meski demikian, pemerintah menegaskan pelebaran defisit dilakukan secara terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global yang tinggi.

“Defisit naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen. Ini misi menjaga ekonomi tetap ekspansif melalui kebijakan countercyclical. Saya buat defisit nol juga bisa, tapi ekonomi bisa morat-marit,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (8/1/2026).

Menurut Purbaya, kebijakan fiskal ekspansif tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian guna memastikan perekonomian nasional terus tumbuh dan program prioritas pemerintah dapat berjalan optimal.

Pendapatan dan Belanja Negara

Hingga akhir Desember 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun, atau 91,7 persen dari target APBN 2025. Pendapatan tersebut ditopang oleh:

  • Penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun

  • Kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun

  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp534,1 triliun

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari pagu yang ditetapkan. Belanja pemerintah diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat program-program prioritas nasional.

Selain itu, keseimbangan primer APBN 2025 juga tercatat defisit sebesar Rp180,7 triliun.

Optimisme 2026

Purbaya optimistis kondisi fiskal akan membaik pada 2026 seiring menguatnya fondasi ekonomi dan meningkatnya momentum pertumbuhan.

“Saya yakin 2026, dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum pertumbuhan ke depan, defisit bisa ditekan ke level yang lebih rendah dengan dampak ekonomi ke masyarakat yang lebih besar. Tahun ini kita asumsikan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, dan akan kita dorong ke level yang lebih tinggi lagi,” tegasnya.

Pemerintah menegaskan kebijakan APBN akan tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. (red)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights