NasionalPendidikan

Digitalisasi Pembelajaran 2025: 75% Panel Interaktif Sudah Tersalurkan ke Sekolah

×

Digitalisasi Pembelajaran 2025: 75% Panel Interaktif Sudah Tersalurkan ke Sekolah

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen (kiri) dan Presiden Prabowo (dua dari kiri), bersama para pejabat Kabinet Prabowo, berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum acara pembukaan. (Tangkapan Layar Live Kompas TV)

Bekasi, NusantaraTop.co — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan laporan lengkap pelaksanaan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas dalam acara peluncuran resmi yang digelar di SMP Negeri 4 Bekasi, Senin (17/11/2025). Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada momentum Hari Guru Nasional, sekaligus implementasi dari INPRES No. 7 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah serta digitalisasi pembelajaran, serta Perpres No. 79 Tahun 2025 tentang pemutakhiran rencana kerja pemerintah tahun 2025.

Empat Komponen Program: Dari Panel Interaktif hingga Pelatihan Guru

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa program digitalisasi pembelajaran mencakup empat komponen utama:

  1. Pembagian Interactive Flat Panel (IFP) atau panel interaktif.

  2. Penyediaan laptop.

  3. Penyediaan materi pembelajaran digital.

  4. Pelatihan guru.

Program mulai berjalan sejak 15 Agustus 2025, mencakup 288.000 satuan pendidikan, termasuk 865.000 sekolah dan PKBM di seluruh Indonesia.

Progres Pengiriman Perangkat Digital Capai 75%

Hingga 16 November 2025 pukul 22.00 WIB, sebanyak 172.550 unit IFP telah tiba dan dimanfaatkan di sekolah dan PKBM. Sebanyak 43.022 unit lainnya sedang dalam proses pengiriman.

Total progres tersebut telah mencapai 75% dari target distribusi 288.650 unit yang ditargetkan selesai maksimal pada 17 Desember 2025.

“Sudah ada perubahan signifikan dalam proses pembelajaran. Siswa belajar lebih gembira, penuh semangat, dan capaian pembelajaran meningkat,” ujar Abdul Mu’ti dalam tayangan live Kompas TV dilihat NusantaraTop.co.

Ia menyebut perubahan itu sebagai bukti nyata transformasi pendidikan yang tengah dicanangkan Presiden melalui distribusi IFP dan digitalisasi pembelajaran.

Apresiasi untuk Presiden dan Para Pemangku Kebijakan

Dalam laporannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Mensesneg, Seskab, Dirjen Pendidikan Dasar, Menengah, dan Vokasi, yang bekerja intens untuk menyukseskan program nasional ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan daerah, lembaga mitra, UPT, relawan digital, serta seluruh pihak yang mendukung percepatan digitalisasi sekolah menuju Indonesia Cerdas dan Generasi Emas 2045.

Mengapa SMP Negeri 4 Bekasi Dipilih sebagai Lokasi Peluncuran?

SMPN 4 Bekasi dipilih karena telah menerima seluruh program unggulan pemerintah, mulai dari revitalisasi ruang kelas dan toilet ramah disabilitas, pelaksanaan MPG, hingga pemeriksaan kesehatan gratis oleh Kementerian Kesehatan. Guru-guru di sekolah tersebut juga telah menerima kenaikan tunjangan serta insentif bagi guru honorer.

Abdul Mu’ti bahkan menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekolah yang menunda keberangkatan umrahnya demi menghadiri acara peluncuran program ini.

Presiden Diminta Resmi Meluncurkan Program

Di akhir laporannya, Abdul Mu’ti memohon Presiden Prabowo Subianto untuk secara resmi meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran, sekaligus memberikan arahan dan pesan untuk anak-anak Indonesia.

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights