Medan, NusantaraTop.co – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia (ITBI) Medan kembali menjadi sorotan. Kali ini, mencuat dugaan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diduga telah diganti pascakejadian.
Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang rekan korban di lingkungan kampus, yang menyebut bahwa kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian sudah tidak lagi menggunakan perangkat lama.
“Saya lihat CCTV-nya sudah yang baru, bukan yang lama lagi. Sudah diganti,” ujar rekan korban kepada wartawan, seraya meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurutnya, pada saat kejadian, korban sempat terekam kamera pengawas dari luar ruangan dalam kondisi terburu-buru dan terlihat ketakutan usai diduga mengalami pelecehan.
“Dari luar ruangan itu kelihatan jelas korban keluar terbirit-birit. Tapi rekaman CCTV yang saya lihat sekarang sudah bukan yang itu lagi,” ungkapnya.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat jeli dan profesional dalam menangani kasus ini. Rekaman CCTV, menurutnya, merupakan salah satu bukti penting yang dapat membantu proses penyelidikan.
“Kalau CCTV diganti, pasti jejak waktu dan tanggal rekamannya hilang. Rekaman sebelumnya ke mana? Ini jadi tanda tanya besar,” ujarnya.
Baca Juga : Mahasiswi ITBI Medan Laporkan Dugaan Pelecehan oleh Rektor, Kasus Ditangani Polisi
Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi ITBI Medan diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan kampus. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di lingkungan kampus ITBI, Komplek ITB Indonesia, Jalan Sei Batang Hari No.84A, Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Informasi awal diungkapkan oleh rekan korban yang tinggal satu kos. Ia menyebut korban mengalami syok berat dan hanya sempat mengirim pesan singkat bahwa dirinya telah dilecehkan di kampus.
“Korban hanya diam dan syok. Saya menerima pesan dari dia bahwa telah dilecehkan di kampus,” katanya.
Berdasarkan penuturan tersebut, dugaan pelecehan terjadi saat korban berada di dalam sebuah ruangan dan hanya berdua dengan terduga pelaku yang merupakan Rektor ITBI, Dr. David JM Sembiring.
“Korban mengaku sempat diraba di bagian tubuhnya dan langsung menghindar karena tidak menyangka pelaku berbuat seperti itu,” lanjutnya.
Akibat kejadian tersebut, korban didampingi kuasa hukumnya telah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan.
“Laporan sudah dibuat dan korban didampingi pengacara,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ITBI Medan, Dr. David JM Sembiring, membantah tudingan pelecehan tersebut. Ia menyebut tidak pernah melakukan tindakan yang dituduhkan dan menyatakan pertemuan itu hanya sebatas komunikasi biasa.
“Saya tidak melakukan pelecehan. Saya hanya bercerita dan curhat soal kisah cinta. Itu juga bukan hanya ke satu orang, banyak yang tahu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan korban dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait. Sementara itu, kuasa hukum korban belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut kepada media.
NusantaraTop.co akan terus memantau dan memberitakan perkembangan kasus dugaan pelecehan seksual ini secara berimbang dan berkelanjutan. (red/tim)












