DaerahNewsPariwisataSumut

Frater Muda Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Terkendala Kedalaman 105 Meter

×

Frater Muda Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Terkendala Kedalaman 105 Meter

Sebarkan artikel ini
Tangisan ibu kandung, suster dan kerabat yang hadir atas hilangnya seorang frater muda bernama Christopher (21) dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, Sabtu (11/4/2026).

Medan, NusantaraTop.co – Suasana duka menyelimuti komunitas Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Santo Yohannes setelah seorang frater muda bernama Christopher (21) dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, Sabtu (11/4/2026).

Korban diketahui merupakan mahasiswa semester dua yang tengah menjalani pendidikan sebagai calon imam Katolik di bawah naungan Universitas Katolik Santo Thomas.

Peristiwa tragis ini terjadi usai rombongan frater bersama Romo Ngadiono melakukan kegiatan studi dan corretio fraterna, lalu melanjutkan perjalanan rekreasi ke kawasan Air Terjun Situmurun.

Kronologi Kejadian

Setibanya di lokasi, rombongan berenang di perairan Danau Toba tanpa menggunakan pelampung. Saat itu, Christopher diduga mengalami kram pada kaki dan kelelahan.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan. Namun, derasnya arus membuat tubuhnya cepat terseret hingga tenggelam. Upaya penyelamatan yang dilakukan oleh rekan-rekan frater dan Romo Ngadiono tidak membuahkan hasil.

Rombongan kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada tim SAR dan pihak kepolisian.

Upaya Pencarian

Tim Basarnas Danau Toba langsung melakukan pencarian dengan menurunkan penyelam serta menggunakan alat sonar aquaeye. Namun, proses pencarian menghadapi kendala berat.

Kepala Koordinator Basarnas, Erikson Gultom, menyebut kedalaman titik tenggelam mencapai sekitar 105 meter, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

“Hingga saat ini korban belum ditemukan, dan pencarian akan dilanjutkan,” ujarnya.

Duka Mendalam Keluarga

Pada Minggu (12/4/2026), ibunda korban tiba dari Batam dan langsung menuju lokasi kejadian. Suasana haru tak terbendung saat ia berlutut di tepi Danau Toba, menangis histeris, dan memohon agar jasad putranya segera ditemukan.

Kehadiran sang ibu menyentuh hati warga dan petugas yang berada di lokasi. Sejumlah warga tampak berusaha menenangkan dan memberikan dukungan moril.

Duka bagi Komunitas dan Gereja

Kepergian Christopher menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas kampus dan Gereja Katolik yang tengah membina calon imam muda.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka, termasuk penggunaan alat pelindung seperti pelampung saat berenang di perairan dalam.

Pencarian korban dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin, 13 April 2026, dengan harapan jasad korban segera ditemukan agar keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir secara layak.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights