DaerahRagamSumut

GMNI Kritik Kinerja Polres Pematangsiantar, Soroti Lonjakan Kriminalitas hingga Peredaran Narkoba

×

GMNI Kritik Kinerja Polres Pematangsiantar, Soroti Lonjakan Kriminalitas hingga Peredaran Narkoba

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPC GMNI Pematangsiantar, Tyo Silalahi (Istimewa/NusantaraTop.co)

Pematangsiantar, NusantaraTop.co – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pematangsiantar melontarkan kritik keras terhadap kinerja Polres Pematangsiantar. Kritik tersebut menyusul meningkatnya angka kriminalitas serta maraknya praktik perjudian dan peredaran narkoba yang dinilai kian meresahkan masyarakat di Kota Sapangambei Manoktok Hitei.

Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPC GMNI Pematangsiantar, Tyo Silalahi, menilai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Menurutnya, aksi kejahatan jalanan hingga penyakit masyarakat seolah dibiarkan tanpa penindakan yang tegas dan progresif.

“Kami melihat Polres Pematangsiantar kehilangan taringnya. Angka kriminalitas naik, judi makin terang-terangan, dan narkoba merusak generasi muda di setiap sudut kota. Kami bertanya, apakah polisi sedang tidur atau sengaja tutup mata?” tegas Tyo dalam keterangan tertulis, Rabu (11/02/2026).

GMNI memaparkan tiga poin utama yang menjadi sorotan. Pertama, meningkatnya kriminalitas jalanan seperti balap liar dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga, terutama pada malam hari. Kedua, praktik perjudian terorganisir seperti togel dan judi ketangkasan yang dinilai kebal hukum dan beroperasi hingga ke kawasan permukiman. Ketiga, darurat narkoba yang peredarannya disebut belum menyentuh bandar besar, sementara dampaknya telah menjangkiti kalangan pelajar dan mahasiswa.

Menurut GMNI, patroli rutin yang dilakukan aparat selama ini dinilai hanya bersifat formalitas dan belum memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.

Secara terpisah, Ketua DPC GMNI Pematangsiantar, Ronald Panjaitan, juga menyoroti lambannya respons kepolisian terhadap laporan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa salah satu kader GMNI menjadi korban curanmor dan telah melapor secara resmi. Namun, setelah lebih dari satu bulan, belum ada perkembangan berarti dalam penanganan kasus tersebut.

“Jika laporan dari organisasi mahasiswa saja bisa mangkrak selama sebulan, bagaimana dengan masyarakat biasa? Ini menunjukkan kinerja Polres dan jajaran Polsek sudah sangat tumpul,” ujar Ronald.

GMNI mendesak Polres Pematangsiantar agar tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, melainkan menghadirkan rasa aman yang nyata bagi masyarakat. Mereka juga meminta Kapolda Sumatera Utara untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres Pematangsiantar beserta jajarannya.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret untuk memberantas curanmor, judi, dan narkoba, kami siap turun ke jalan menyuarakan mosi tidak percaya,” tegasnya.

GMNI juga menuntut transparansi dalam penanganan kasus serta pembersihan internal apabila ditemukan indikasi keterlibatan oknum aparat dengan pelaku kejahatan.(red/tim)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights