Medan, NusantaraTop.co – Media sosial digemparkan dengan pengakuan mengejutkan dari konten kreator asal Medan, Alehh. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @alehhh22, ia mengaku mendapat tawaran ratusan juta rupiah untuk sekali posting demi menggiring opini publik mendukung pemerintah di tengah memanasnya aksi demonstrasi di berbagai daerah.
Dalam unggahan tersebut, Aleh menegaskan bahwa tawaran itu datang dengan iming-iming besar: cukup satu unggahan mendukung narasi pemerintah dan meredam kritik soal aksi massa yang sedang memanas. Namun, bukannya tergiur, Aleh menjawab tawaran itu dengan sindiran cerdas.
“Diskusinya di tengah kerumunan aksi demo bareng wakil rakyat, seru tuh kak,” tulis Aleh menanggapi tawaran tersebut.
Warganet Murka: “Suara Rakyat Mau Dibungkam Uang?”
Pengakuan Aleh sontak memicu reaksi keras netizen. Banyak yang mengecam praktik “membeli narasi” ini sebagai tanda lemahnya komunikasi pemerintah dengan rakyat.
“Kalau benar ada uang rakyat dipakai buat bayar buzzer, itu sama aja membungkam suara rakyat sendiri,” tulis salah satu komentar yang viral.
Gelombang kritik ini makin menambah panas suasana politik Tanah Air, yang tengah diramaikan aksi protes mahasiswa dan masyarakat terkait berbagai kebijakan pemerintah.
Pertanyaan Publik yang Menggantung
Kasus ini memunculkan sederet pertanyaan tajam di masyarakat:
Apakah benar ada jaringan buzzer berbayar untuk menggiring opini publik?
Mengapa pemerintah lebih sibuk mengatur narasi ketimbang mendengar aspirasi rakyat?
Apakah uang rakyat dipakai untuk mendanai kampanye opini semacam ini?
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pemerintah terkait dugaan tawaran ratusan juta kepada Aleh. Namun satu hal pasti, isu ini semakin memperburuk citra hubungan antara rakyat dan pemerintah di mata publik.(red)












