DaerahHukumSumut

Ibu Hamil Korban Penganiayaan di Medan Menangis Haru, Ucapkan Terima Kasih kepada Polisi

×

Ibu Hamil Korban Penganiayaan di Medan Menangis Haru, Ucapkan Terima Kasih kepada Polisi

Sebarkan artikel ini
Br. Nainggolan didampingi sang suami, M. Purba, menyampaikan ucapan terima kasih penuh haru kepada Polrestabes Medan dan Tim Resmob atas gerak cepat menangkap pelaku penganiayaan yang dialaminya di Medan Tembung. (Tangkapan Layar/NusantaraTop.co)

Medan, NusantaraTop.co – Br. Nainggolan, ibu hamil muda korban penganiayaan oleh dua preman di Jalan Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung, menyampaikan ucapan terima kasih penuh haru kepada Polrestabes Medan beserta jajarannya atas gerak cepat menangkap para pelaku.

Didampingi sang suami, M. Purba, Br. Nainggolan tampak menahan tangis saat menyampaikan apresiasi kepada personel Tim Resmob Polrestabes Medan di Mapolrestabes Medan, Kamis (4/6/2026).

“Banyak mengucapkan terima kasih kepada bapak Polrestabes Medan, bapak Kasat Reskrim, bapak Kanit Resmob beserta jajarannya. Saya mengucapkan banyak-banyak kali terima kasih yang telah mengusut tuntas atas kejadian penganiayaan ini. Yang berlalu biarlah berlalu,” ucap Br. Nainggolan dengan nada haru.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena hasil pemeriksaan USG menunjukkan kondisi bayi dalam kandungannya dalam keadaan baik-baik saja setelah insiden tersebut.

“Saya saat ini Puji Tuhan sudah agak lumayan enak, dan Puji Tuhan hasil USG kandungan sehat, tidak terjadi apa-apa. Semoga saya sehat-sehat di waktu baik,” ujarnya.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan terhadap ibu hamil tersebut viral di media sosial setelah video kejadian beredar luas.

Dalam video yang beredar, terlihat dua pria terlibat percekcokan dengan seorang pengendara sepeda motor yang membonceng istrinya yang sedang hamil di kawasan Jalan Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga : Ibu Hamil Ditendang di Medan Viral, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Salah satu pelaku yang mengenakan celana loreng terlihat menendang bagian perut korban, sementara pelaku lainnya memukul wajah suami korban yang masih berada di atas sepeda motor.

Warga sempat berupaya melerai. Namun, suami korban tetap mendapat pukulan berkali-kali hingga helm yang dikenakannya terlepas.

Pelaku yang mengenakan celana loreng kemudian terlihat mengambil pistol jenis air gun dan mengancam korban sambil mengusir mereka dari lokasi.

Kanit Resmob Polrestabes Medan Iptu Bimo Setiadi mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah menerima informasi, polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Hasilnya, pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB, polisi berhasil menangkap dua pelaku berinisial Zulpikar (37) dan Zulyarham (46).

“Pelaku ditangkap sekitar lokasi. Keduanya mengakui telah memukul korban,” kata Bimo.

Menurut Bimo, sebelum penganiayaan terjadi, korban dan suaminya berhenti di kawasan terowongan bawah rel karena di atas rel sedang terjadi tawuran.

Saat itu, salah satu pelaku melihat korban mengeluarkan telepon genggam yang diduga akan digunakan untuk merekam tawuran tersebut sehingga pelaku emosi dan melakukan penganiayaan.

“Dia menendang karena takut memviralkan tawuran di rel,” ujar Bimo.

Setelah itu, pelaku kembali ke sebuah bengkel untuk mengambil pistol jenis air gun yang digunakan untuk menakut-nakuti korban agar meninggalkan lokasi.

Saat ini kedua pelaku telah ditahan di Satreskrim Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.(red)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights