News

Ilmuwan : Asteroid “Pengikut Venus” Bisa Mendekati Bumi Ribuan Tahun Lagi, Tapi Tak Perlu Panik

×

Ilmuwan : Asteroid “Pengikut Venus” Bisa Mendekati Bumi Ribuan Tahun Lagi, Tapi Tak Perlu Panik

Sebarkan artikel ini
Asteroid-asteroid di sekitar Venus, yang terlihat di latar belakang saat transit tahun 2012, sulit dilacak karena berada di dalam orbit Bumi dan terhalang oleh silau cahaya matahari. Foto oleh NASA/SDO

NusantaraTop.co – Venus ternyata punya “penggemar setia” di luar angkasa yakni sekumpulan asteroid yang mengelilingi matahari di orbit yang sama dengan planet tersebut. Beberapa asteroid ini berada di depan atau di belakang Venus saat planet itu mengorbit matahari.

Para ilmuwan telah lama memperkirakan keberadaan asteroid-asteroid ini, namun dua penelitian terbaru satu sudah diterbitkan di jurnal ilmiah dan satu lagi masih dalam tahap pra-tinjauan menyatakan bahwa sebagian asteroid itu berpotensi mengalami perubahan orbit yang tidak stabil, dan dalam rentang waktu sangat panjang bisa mendekati orbit Bumi.

Namun, meski sejumlah judul berita terdengar dramatis, para ahli menegaskan bahwa tidak ada ancaman langsung terhadap Bumi dari asteroid-asteroid ini. Walau ukurannya cukup besar untuk menyebabkan kerusakan jika terjadi tabrakan, tidak ada bukti bahwa asteroid-asteroid pengikut Venus tersebut sedang menuju ke arah kita saat ini.

“Saya tidak bilang asteroid ini tidak berbahaya,” ujar Valerio Carruba, pakar dinamika asteroid dari Universitas Negeri São Paulo, Brasil, dan penulis dua studi tersebut. “Tapi tidak ada alasan untuk panic,” tambahnya.

Menurut Carruba, penelitian ini sekadar menunjukkan bahwa asteroid di dekat orbit Venus memiliki kemungkinan kecil melintas dekat Bumi dalam beberapa ribu tahun ke depan. Astronom Scott Sheppard dari Carnegie Institution for Science menegaskan, “Peluang terjadinya tabrakan dalam waktu dekat sangat rendah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Asteroid Tersembunyi oleh Silau Matahari

Salah satu kendala terbesar adalah asteroid-asteroid ini sulit ditemukan karena keberadaannya dekat matahari, membuat mereka hampir tak terlihat oleh teleskop optik dari Bumi. Tim astronom biasanya hanya bisa melakukan pencarian di waktu sangat terbatas, tepat setelah matahari terbenam atau sebelum matahari terbit.

Hal ini membuat pencarian asteroid di dekat orbit Venus sangat menantang. “Semua faktor ini membuat pencarian asteroid di orbit Venus sangat sulit,” ujar Sheppard.

Hingga kini, setidaknya 20 asteroid telah ditemukan berada di orbit yang sama dengan Venus, dikenal sebagai asteroid ko-orbital. Biasanya asteroid semacam ini berkumpul di titik-titik stabil gravitasi di sepanjang lintasan orbit planet, yang disebut titik Lagrange.

Namun, simulasi komputer menunjukkan bahwa dalam rentang 12.000 tahun, orbit beberapa asteroid bisa menjadi memanjang dan akhirnya membawa mereka mendekati Bumi.

Dalam studi pertama yang terbit di jurnal Icarus, tim peneliti menyimulasikan pergerakan 20 asteroid ko-orbital Venus. Hasilnya, tiga asteroid masing-masing berdiameter antara 300–400 meter berpotensi melintas hingga 75.000 km dari orbit Bumi. (Sebagai pembanding, jarak Bumi ke bulan adalah sekitar 384.000 km.)

Dalam studi kedua yang masih berupa pra-cetak di arXiv, para ilmuwan membuat simulasi ribuan asteroid virtual selama 36.000 tahun ke depan. Hasilnya menunjukkan bahwa walaupun awalnya hanya sedikit menyimpang dari orbit melingkar, sejumlah asteroid bisa terganggu gravitasinya dan melintasi orbit Bumi.

Namun, para ilmuwan menekankan bahwa proses ini sangat lambat dan tidak terjadi dalam skala waktu kehidupan manusia.

“Ini bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan sekarang. Asteroid-asteroid ini masih cukup stabil dalam skala waktu manusia,” jelas Sheppard.

Asteroid asteroid yang berada di orbit Venus terlihat di atas dalam warna simulasi sebagian besar masih belum diketahui

Era Baru Pemburu Asteroid

Namun kabar baiknya, dua observatorium generasi baru akan segera memperkuat pencarian asteroid tersembunyi ini.

Observatorium Vera C. Rubin di Chili akan mulai beroperasi dalam beberapa minggu ke depan. Dengan kemampuan melihat area langit yang sangat luas dan sensitivitas tinggi, observatorium ini diperkirakan akan menemukan hingga satu juta asteroid baru dalam enam bulan pertama.

NASA NEO Surveyor, teleskop luar angkasa khusus untuk mendeteksi asteroid, akan diluncurkan dalam beberapa tahun mendatang. Dengan teknologi inframerah, teleskop ini dapat melihat asteroid yang tersembunyi di balik cahaya matahari, tanpa terganggu atmosfer Bumi.

“Bahkan asteroid yang bersembunyi di sekitar Venus pun tak bisa lolos dari NEO Surveyor. Kita akhirnya bisa tahu apakah ancaman tabrakan itu nyata atau tidak,” kata Carruba.

Asteroid-asteroid pengikut Venus memang menyimpan potensi, tapi ancaman nyata masih sangat jauh di masa depan. Dengan kemajuan teknologi dan observatorium baru, umat manusia kini semakin siap menghadapi ancaman luar angkasa jika suatu saat benar-benar datang.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights