MEDAN, NUSANTARATOP.CO – Kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan nasional. Seorang mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Bandung, Albert Lukas Pithel Hasugian, menjadi sorotan usai terpilih memberikan sambutan pada acara wisuda ITB sesi 1 tahun 2026.
Dalam unggahan akun Instagram MedanHeadlines.news, disebutkan bahwa Albert merupakan anak dari seorang sopir angkutan umum (angkot) trayek 07 Medan–Tembung. Latar belakang sederhana tak menghalangi langkahnya untuk meraih prestasi gemilang di tingkat nasional.
Albert yang juga mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB itu dikenal sebagai mahasiswa berprestasi nasional. Ia bahkan berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2025.
Di atas podium wisudawan, Albert menyampaikan pidato yang menyentuh hati. Ia mengenang perjuangan orang tuanya yang menjadi sumber kekuatan dalam hidupnya.
“Saya tumbuh sebagai anak dari seorang supir angkutan umum di Medan, supir angkot. Namun saya selalu punya satu alasan untuk tetap mencoba, yaitu mama saya,” ucap Albert dengan nada haru.
Ia juga menceritakan bagaimana sang ibu selalu memberikan keyakinan dalam kondisi apa pun. “Setiap kali saya bertanya apakah kami mampu? Jawabannya selalu sama, pasti mama usahakan,” lanjutnya.



Albert turut mengungkapkan kebanggaannya sebagai bagian dari keluarga Batak yang menjunjung tinggi pendidikan. Dalam pidatonya, ia mengutip filosofi Batak, “Anak hon ki do hamoraon di au”, yang berarti anak adalah kekayaan terbesar bagi orang tua.
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Albert juga dikabarkan telah diterima bekerja di sebuah perusahaan multinasional sebelum resmi diwisuda.
Pihak ITB pun menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian Albert yang dinilai mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari latar belakang sederhana untuk terus berjuang meraih pendidikan tinggi.(red/tim)












