MEDAN, NUSANTARATOP.CO – Kecamatan Medan Selayang resmi keluar sebagai juara umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-59 Kota Medan. Pengumuman tersebut disampaikan pada malam penutupan yang berlangsung meriah di Jalan Gatot Subroto, Sabtu malam (18/4/2026).
Dalam ajang tahunan tersebut, Kecamatan Medan Sunggal berhasil meraih posisi runner-up, disusul Kecamatan Medan Barat di peringkat ketiga setelah melalui persaingan ketat antar kafilah dari seluruh kecamatan di Kota Medan.
Penutupan MTQ ke-59 Kota Medan ditandai dengan pemukulan bedug oleh M. Sofyan yang mewakili Wali Kota Medan. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya rangkaian kegiatan syiar Al-Qur’an yang telah berlangsung selama sepekan.
Sebanyak 692 peserta ambil bagian dalam MTQ tahun ini, menampilkan berbagai cabang perlombaan seperti tilawah, tahfiz, tafsir, fahmil, syarhil, hingga kaligrafi. Dewan hakim menilai kualitas peserta mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi bacaan maupun pemahaman Al-Qur’an, yang menunjukkan pembinaan berjalan konsisten di tingkat kecamatan.
Tak hanya menjadi ajang religi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Perputaran transaksi pelaku UMKM di sekitar lokasi acara mencapai Rp590,7 juta. Beragam produk seperti kuliner, fesyen muslim, hingga kerajinan dan buku keislaman turut meramaikan stan yang disediakan panitia.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia bersama tiga perguruan tinggi mitra menyiapkan 75 kuota beasiswa bagi para peserta berprestasi, baik qari, qariah, hafiz maupun hafizah. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi Qur’ani yang unggul secara akademik dan berakhlak.
Keberhasilan Medan Selayang meraih juara umum dinilai berkat konsistensi di berbagai cabang lomba serta kekuatan kafilah yang merata. Sementara itu, Medan Sunggal dan Medan Barat yang berada di posisi dua dan tiga menunjukkan bahwa persaingan MTQ di Kota Medan semakin kompetitif.
Rencananya, perhelatan MTQ ke-60 Kota Medan tahun 2027 akan digelar di Kecamatan Medan Petisah. Diharapkan, ajang tersebut dapat menghadirkan partisipasi yang lebih luas serta memberikan dampak yang lebih besar, baik dari sisi keagamaan, pendidikan, maupun ekonomi masyarakat.(red)
Laporan : Dara Mustika
Editor : Pahotan M Hutagalung












