Beijing, NusantaraTop.co — Pemerintah China mengonfirmasi bahwa salah satu jenderal paling senior dan berpengaruh di negara itu, Zhang Youxia, tengah menjalani penyelidikan atas dugaan pelanggaran serius disiplin dan hukum. Kasus ini menjadi skandal terbesar dalam rangkaian operasi pemberantasan korupsi agresif yang menyasar elite militer China dalam beberapa bulan terakhir.
Kementerian Pertahanan China, Sabtu (waktu setempat), menyatakan bahwa Zhang Youxia—wakil ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC) dan tangan kanan Presiden Xi Jinping—serta Liu Zhenli, Kepala Staf Departemen Staf Gabungan CMC, sedang diperiksa aparat penegak disiplin negara.
Zhang dikenal luas sebagai sekutu militer terdekat Xi Jinping dan merupakan anggota Politbiro Partai Komunis China, lingkaran kekuasaan tertinggi di negara tersebut. Ia juga termasuk segelintir perwira senior China yang memiliki pengalaman tempur langsung.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Zhang diduga membocorkan informasi sensitif terkait program senjata nuklir China kepada Amerika Serikat serta menerima suap dalam sejumlah keputusan jabatan, termasuk promosi perwira hingga posisi menteri pertahanan. Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Zhang terakhir kali terlihat di hadapan publik pada 20 November, saat bertemu Menteri Pertahanan Rusia di Moskow. Sejak itu, ia menghilang dari berbagai agenda resmi, memicu spekulasi luas di kalangan diplomat dan analis keamanan internasional.
Penyelidikan terhadap Zhang menjadi momen langka dan bersejarah. Ia merupakan jenderal aktif kedua di CMC yang jatuh dari kekuasaan sejak era Revolusi Kebudayaan China (1966–1976). Sebelumnya, mantan Wakil Ketua CMC He Weidong dipecat dari partai dan militer pada Oktober tahun lalu akibat kasus korupsi.
Pengamat keamanan China berbasis di Singapura, James Char, menyebut pembersihan terhadap Zhang menunjukkan bahwa Presiden Xi merespons kritik bahwa kampanye antikorupsi selama ini dinilai tebang pilih.
“Operasi harian militer tetap berjalan normal, namun penargetan Zhang menandakan bahwa Xi tidak ragu menyentuh lingkaran terdekatnya,” ujar Char dari S. Rajaratnam School of International Studies.
Sejak berkuasa pada 2012, Xi Jinping menjadikan militer sebagai sasaran utama reformasi dan pemberantasan korupsi. Operasi besar-besaran ini mencapai puncaknya pada 2023 ketika Pasukan Roket elit PLA turut diselidiki, serta memperlambat pengadaan senjata canggih dan menekan kinerja perusahaan pertahanan besar China.
Meski China belum terlibat perang besar dalam beberapa dekade terakhir, Beijing semakin menunjukkan sikap militer yang agresif di Laut China Selatan, Laut China Timur, serta terhadap Taiwan. Tahun lalu, China menggelar latihan militer terbesar sepanjang sejarah di sekitar pulau tersebut.
Zhang Youxia lahir di Beijing dan bergabung dengan militer pada 1968. Ia turut bertempur dalam perang perbatasan China–Vietnam tahun 1979 dan kembali terlibat konflik pada 1984. Media resmi China pernah memujinya sebagai perwira dengan kinerja tempur luar biasa dan dikenal sebagai pendorong modernisasi militer.
Kini, jatuhnya Zhang menandai babak baru dalam konsolidasi kekuasaan Xi Jinping di tubuh militer China—sekaligus memperlihatkan bahwa tak ada figur yang kebal dalam kampanye antikorupsi Partai Komunis.(red)
Sumber : The Guardian
Editor : Pahotan












