DaerahEkonomi & BisnisNasionalPertanian

Kementan Gencarkan Sidak Ramadan, Pastikan Pasokan Daging dan Telur Aman hingga Idulfitri

×

Kementan Gencarkan Sidak Ramadan, Pastikan Pasokan Daging dan Telur Aman hingga Idulfitri

Sebarkan artikel ini

Jakarta, NusantaraTop.co – Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah daerah selama Ramadan guna memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi daging sapi, daging ayam ras, serta telur ayam ras tetap terjaga hingga menjelang Idulfitri 1447 H.

Hasil pengawasan di Depok, Bandung, Yogyakarta, Kabupaten Bogor, dan Bekasi menunjukkan pasokan di tingkat peternak maupun rumah potong hewan (RPH) dalam kondisi cukup. Harga di pasar pun relatif stabil dan masih berada dalam koridor Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.

Depok: Harga Stabil, Pasokan Melimpah

Sidak pada Minggu (22/2/2026) di Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka mencatat harga telur ayam ras Rp31.000–Rp32.000 per kilogram, daging ayam Rp37.000–Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi sekitar Rp140.000 per kilogram.

Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menegaskan harga masih dalam batas normal.

“Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp37.000–Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya.

Distribusi ayam di tingkat pedagang juga terpantau lancar dengan pasokan yang melimpah.

Bandung: Kenaikan di Hilir, Bukan dari Hulu

Pemantauan 20–21 Februari 2026 dilakukan di RPH Kabupaten Bandung dan Pasar Kiaracondong. RPH MBC mencatat pemotongan rata-rata 15 ekor sapi per hari dengan stok siap potong dalam kondisi cukup.

Harga karkas di tingkat RPH berada di kisaran Rp105.000–Rp107.000 per kilogram, masih sesuai HAP. Di tingkat pedagang, harga daging sapi dijual Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, sementara tipe has mencapai Rp150.000 per kilogram atau sekitar 7 persen di atas HAP.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan kenaikan harga tidak berasal dari tingkat produksi.

“Harga karkas di RPH Rp105.000–Rp107.000 per kilogram masih dalam koridor acuan, sehingga kenaikan di pasar lebih pada margin di tingkat pedagang,” ujarnya.

Harga ayam di Bandung tercatat Rp42.000 per kilogram atau sekitar 5 persen di atas HAP Rp40.000 per kilogram. Ayam hidup di kandang Rp22.500–Rp23.000 per kilogram dan telur Rp29.500 per kilogram, masih di bawah HAP.

Sekretaris Jenderal Pinsar, Mukhlis Wahyudi, serta Ketua Asosiasi Bandar Daging Jawa Barat (Apresiasi Nusantara), Baehaqi, menegaskan komitmen pelaku usaha menjaga harga tetap sesuai acuan.

Yogyakarta: Pasokan Aman, Harga Terkendali

Sidak Minggu (22/2/2026) di Pasar Beringharjo, Kranggan, Terban, dan Colombo menunjukkan harga daging sapi Rp125.000–Rp135.000 per kilogram. Harga karkas di RPH Giwangan Rp95.000–Rp100.000 per kilogram dan di RPH Segoroyoso Bantul Rp95.000 per kilogram.

Harga daging ayam Rp38.000–Rp40.000 per kilogram dan telur Rp30.000–Rp31.000 per kilogram. Harga ayam hidup di kandang Rp23.000 per kilogram dan di pedagang Rp26.000 per kilogram.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Hendra Wibawa, memastikan pasokan aman dan harga terkendali.

“Kami memantau secara ketat, dan sejauh ini harga masih normal. Pasokan daging, ayam, dan telur tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Bogor dan Bekasi: Pengawasan Berkelanjutan

Di Kabupaten Bogor, pemantauan Sabtu (21/2/2026) di Pasar Cibinong dan Citeureup menunjukkan harga daging sapi Rp130.000 per kilogram sesuai HAP. Daging ayam Rp43.000–Rp45.000 per kilogram, sedikit di atas HAP seiring peningkatan konsumsi Ramadan.

Harga telur Rp31.000 per kilogram dengan pasokan dari Jawa Tengah dan Karangasem.

Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, menegaskan ketersediaan relatif aman dan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, di Bekasi, sidak di Pasar Tambun dan Pasar Induk Cibitung mencatat harga daging sapi Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp36.000–Rp40.000 per kilogram, dan telur Rp32.000–Rp33.000 per kilogram.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, menyatakan pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari RPH, distribusi, hingga pasar rakyat.

Pemerintah Tegas Soal Permainan Harga

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, saat sidak di Pasar Kebayoran (20/2/2026), menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap praktik permainan harga.

“Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Jadi tidak boleh ada main-main. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah bersama aparat terkait akan segera mengambil langkah penanganan,” tegasnya.

Kementan mengajak pelaku usaha, distributor, dan pedagang menjaga komitmen terhadap harga acuan pemerintah. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan jika menemukan harga melebihi ketentuan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Stabilitas pasokan dan harga, menurut Kementan, memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik hingga Idulfitri.(red/kementan ri)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights