DaerahHAJI 2026Sumut

Ketua PPIH Sambut Kepulangan Kloter 13 Debarkasi Medan, Jemaah Diminta Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

×

Ketua PPIH Sambut Kepulangan Kloter 13 Debarkasi Medan, Jemaah Diminta Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Sebarkan artikel ini
**Keterangan Foto:** Bupati Labuhan Batu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.M., Bupati Labuhan Batu Utara Dr. Hendriyanto Sitorus, jajaran PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan, petugas kloter, serta perwakilan jemaah berfoto bersama usai prosesi penyambutan kepulangan 358 jemaah haji Kloter 13 Debarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Selasa (16/6/2026). Para jemaah baru kembali dari Tanah Suci setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Medan, NusantaraTop.co – Sebanyak 358 jemaah haji Kloter 13 Debarkasi Medan asal Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Labuhan Batu Utara, dan Kota Medan tiba kembali di Tanah Air dengan selamat setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Dalam prosesi penyambutan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Selasa (16/6/2026), Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi-Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap dan kontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.

“Haji mabrur tidak hanya diwujudkan dalam kesalehan pribadi, tetapi juga kesalehan sosial. Sepulang dari Tanah Suci, jemaah harus menjadi teladan yang menebarkan kedamaian, keselamatan, dan kepedulian kepada sesama,” ujar Zulkifli Sitorus.

Kloter 13 tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada pukul 11.15 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 3413. Selanjutnya, seluruh jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Medan untuk mengikuti prosesi penerimaan resmi oleh PPIH.

Berdasarkan data manifes, Kloter 13 berjumlah 358 orang yang terdiri dari 216 jemaah asal Kabupaten Labuhan Batu, 115 jemaah asal Kabupaten Labuhan Batu Utara, 21 jemaah asal Kota Medan, serta petugas kloter dan petugas haji daerah.

Dalam kloter tersebut juga tercatat satu jemaah tanazul keluar atas nama Tina Ritonga asal Kabupaten Labuhan Batu yang tidak kembali bersama rombongan karena alasan kesehatan.

Penyambutan berlangsung istimewa dengan kehadiran sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Labuhan Batu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.M., Bupati Labuhan Batu Utara Dr. Hendriyanto Sitorus, Wakil Bupati Labuhan Batu Utara Dr. H. Syamsul Tanjung, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhan Batu Utara Dra. Hj. Susu Amarani.

Dalam sambutannya, Zulkifli mengajak para jemaah untuk menjadikan pengalaman spiritual selama menjalankan ibadah haji sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemabruran haji dapat tercermin dari meningkatnya akhlak, semangat berbagi, serta kemampuan menjaga hubungan harmonis dengan sesama.

“Rangkaian ibadah haji yang telah dilaksanakan hendaknya menjadi titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Masyarakat menaruh harapan besar kepada para haji dan hajjah agar menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Zulkifli juga mengapresiasi kekompakan dan kedisiplinan para jemaah selama berada di Tanah Suci. Ia menilai hal tersebut menjadi modal penting dalam menjaga predikat haji mabrur setelah kembali ke daerah masing-masing.

Pada kesempatan itu, Ketua PPIH turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji.

“Kami telah berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan seluruh kemampuan yang kami miliki. Namun sebagai manusia tentu masih ada kekurangan. Untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh jemaah,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama operasional haji, PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan memberikan selempang penghargaan kepada Ketua Kloter 13 H. Muhibbun Jafar Ritonga dan Dokter Kloter dr. Nilayani Ahmad Sanusi.

Pengalungan selempang dilakukan oleh Bupati Labuhan Batu, Bupati Labuhan Batu Utara, serta Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan.

Selain prosesi penyambutan, para jemaah juga menerima edukasi kesehatan pascahaji dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan melalui dr. Zulfan Anshari Nasution.

Jemaah diimbau untuk melakukan pemantauan kesehatan selama 21 hari setelah kepulangan, menggunakan masker saat berada di keramaian, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, para jemaah menerima paspor, air zamzam, dan barang bawaan sesuai nomor manifes sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.

Kepulangan Kloter 13 menjadi penanda berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci sekaligus awal pengabdian baru bagi para haji dan hajjah untuk menghadirkan nilai-nilai kemabruran, memperkuat persaudaraan, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. (red)

Laporan : Dara Mustika

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights