DaerahHukumPendidikanSumut

LSM GAMPKER dan GEMAKO Demo Kantor Dinas Pendidikan Asahan, Soroti Dugaan Nepotisme dan Pungutan di Sekolah

×

LSM GAMPKER dan GEMAKO Demo Kantor Dinas Pendidikan Asahan, Soroti Dugaan Nepotisme dan Pungutan di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Aksi gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Kesejahteraan Rakyat (GAMPKER) dan LSM Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (LSM GEMAKO) Kabupaten Asahan menggelar Demo di kantor Dinas Pendidikan Asahan, Jumat (5/3/2026) (ist/NusantaraTop.co)

Asahan, NusantaraTop.co – Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Kesejahteraan Rakyat (GAMPKER) dan Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMAKO) Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Jumat (5/3/2026).

Aksi yang berlangsung di Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, tersebut menyoroti sejumlah persoalan di lingkungan Dinas Pendidikan, mulai dari dugaan nepotisme dalam pengangkatan pejabat hingga isu pungutan di sekolah.

Ketua LSM GAMPKER Kabupaten Asahan, Andri Sahrul Pandiangan, menilai pengangkatan Kepala Bidang (Kabid) SMP di Dinas Pendidikan Asahan diduga tidak melalui mekanisme yang semestinya.

Menurutnya, pejabat yang diangkat tersebut sebelumnya menjabat sebagai kepala sekolah dan diduga langsung dilantik menjadi Kabid tanpa melalui tahapan jabatan yang seharusnya.

“Menurut saya pengangkatan beliau sebagai Kabid SMP tidak sesuai dengan mekanisme. Seharusnya ada jenjang jabatan, misalnya terlebih dahulu menjadi Kepala Seksi (Kasi) SMP sebelum naik menjadi Kabid,” ujar Andri dalam keterangannya kepada wartawan.

Ketua LSM GAMPKER Kabupaten Asahan Andri Sahrul Pandiangan menyampaikan orasi saat aksi unjuk rasa gabungan LSM GAMPKER dan GEMAKO di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Kisaran Jumat 532026 menyoroti dugaan nepotisme dalam pengangkatan pejabat serta isu pungutan di sekolah Foto Bangun SimorangkirNusantaraTopco

Ia juga menilai terdapat dugaan unsur nepotisme dalam proses pengangkatan tersebut. Menurutnya, pejabat yang dimaksud diketahui memiliki keterkaitan dengan organisasi masyarakat yang juga diikuti oleh pejabat daerah.

“Ini terkesan seperti lompat pagar. Ada indikasi hubungan kedekatan dengan pejabat daerah. Namun saya tidak bisa memastikan sejauh mana keterlibatan itu, hanya saja ada kejanggalan dalam proses pengangkatannya,” katanya.

Ketua Gerakan Masyarakat Anti Korupsi GEMAKO Kabupaten Asahan Dodi Anthoni tengah bersama Ketua LSM GAMPKER Andri kanan memberikan keterangan kepada wartawan usai menyampaikan aspirasi terkait dugaan permasalahan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan di Kisaran Foto Bangun SimorangkirNusantaraTopco
Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi GEMMAKO Kabupaten Asahan menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa poster tuntutan di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan pungutan liar serta meminta pencopotan pejabat terkait Foto Bangun SimorangkirNusantaraTopco

Selain itu, massa aksi juga menyoroti dugaan adanya pungutan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah kepada siswa. Dugaan tersebut disebut berkaitan dengan pengumpulan dana yang disebut untuk keperluan sekolah.

Sementara itu, Ketua LSM GEMAKO Kabupaten Asahan, Dodi Anthoni, mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi terkait laporan masyarakat tersebut.

“Ini masih dalam tahap investigasi, jadi saya belum bisa memberikan kesimpulan. Nanti kita tunggu klarifikasi dari pihak terkait. Kita juga berharap ada mediasi agar persoalan ini bisa dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Menurut Dodi, pihaknya juga memperoleh informasi dari masyarakat mengenai dugaan adanya pungutan yang dilakukan di salah satu sekolah. Namun hal tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

Ia menyebutkan pihaknya memiliki dokumentasi berupa rekaman video saat melakukan konfirmasi terkait dugaan tersebut.

“Kita ada videonya saat melakukan konfirmasi. Tapi tentu semuanya harus diklarifikasi terlebih dahulu agar jelas siapa yang memberikan instruksi,” katanya.

Para pengunjuk rasa berharap dapat bertemu langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Asahan, Musa Al-Bakri, guna meminta penjelasan terkait berbagai persoalan yang mereka soroti.

Andri menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk mendorong perbaikan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Asahan.

“Kami berharap dunia pendidikan di Asahan bisa lebih baik ke depan. Pengangkatan pejabat harus melalui mekanisme yang benar dan tidak ada unsur kepentingan tertentu,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.(red)

Laporan : Bangun Simorangkir

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights