Dhaka, NusantaraTop.co – Pengadilan Khusus Antikorupsi di Dhaka, Bangladesh, pada Senin menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina dan 2 tahun penjara kepada keponakannya, anggota parlemen Inggris Tulip Siddiq, dalam kasus korupsi terkait proyek lahan pemerintah. Putusan ini menjadi kasus terbaru yang menambah daftar proses hukum yang dihadapi Hasina sejak lengser tahun lalu.
Putusan dibacakan oleh Hakim Rabiul Alam dari Pengadilan Khusus Dhaka. Ia menyatakan Hasina menyalahgunakan kekuasaan saat menjabat sebagai perdana menteri, sementara Tulip Siddiq dinilai secara tidak patut memengaruhi sang bibi demi membantu ibunya dan dua saudaranya memperoleh kavling lahan pada proyek pemerintah.
Ibu Tulip, Sheikh Rehana, dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan dinyatakan sebagai aktor utama dalam perkara ini. Hakim juga menjatuhkan denda masing-masing sebesar $813 dan membatalkan alokasi lahan yang diberikan kepada Rehana.
Perdebatan Status Kewarganegaraan Tulip Siddiq
Pihak penuntut menyebut Tulip Siddiq diadili sebagai warga negara Bangladesh dengan bukti paspor, identitas nasional, dan nomor pajak. Namun Tulip membantah dan mengatakan dirinya hanya warga negara Inggris, bukan warga Bangladesh.
Dalam pernyataannya sebelumnya, Tulip menyebut tuduhan tersebut sebagai “rekayasa politik yang penuh motif balas dendam” dan menyatakan proses persidangan adalah sebuah farce atau sandiwara hukum.
Pada Januari lalu, Tulip mundur dari jabatan Economic Secretary to the Treasury dalam kabinet Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena tekanan politik akibat hubungannya dengan Hasina.
Hasina Sudah Divonis Mati dalam Kasus Lain
Sheikh Hasina sebelumnya dijatuhi hukuman mati pada November 2024 dalam kasus kejahatan terhadap kemanusiaan terkait penindasan terhadap aksi massa yang mengakhiri kekuasaannya selama 15 tahun. Ia kini hidup dalam pengasingan di India, dan seluruh persidangannya digelar in absentia.
Rehana dan dua anaknya juga berada di luar negeri karena menghadapi berbagai dakwaan lain terkait kerusuhan tahun lalu.
Serangkaian Vonis Baru Menjerat Keluarga Hasina
Kasus yang diputus pada Senin bukan satu-satunya proses hukum terkait proyek lahan tersebut. Pada 27 November, pengadilan terpisah menjatuhkan hukuman 21 tahun penjara kepada Hasina dalam tiga perkara berbeda yang masih terkait proyek township yang sama.
Dalam putusan tersebut, anak laki-laki dan perempuan Hasina masing-masing dihukum 5 tahun penjara.
Bangladesh Dipimpin Pemerintahan Interim
Bangladesh saat ini dipimpin pemerintahan sementara di bawah Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian. Yunus telah mengumumkan bahwa pemilihan umum parlemen berikutnya akan digelar pada Februari.(red)
Sumber : AP












