DaerahSumut

Mengenang Wafatnya Sisingamangaraja XII, Sang Singa Perlawanan dari Tanah Batak

×

Mengenang Wafatnya Sisingamangaraja XII, Sang Singa Perlawanan dari Tanah Batak

Sebarkan artikel ini
Sisingamangaraja XII (Foto Wikipedia)

Medan, NusantaraTop.co – Tepat pada hari ini, 17 Juni 2025, bangsa Indonesia memperingati 118 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII, tokoh karismatik dari Tanah Batak yang gugur dalam perlawanan heroik melawan penjajahan Belanda.

Sisingamangaraja XII, yang lahir pada 18 Februari 1845 di Bakkara, Tapanuli, merupakan pemimpin spiritual dan politik masyarakat Batak. Dengan nama asli Patuan Bosar Ompu Pulo Batu, ia naik takhta menggantikan ayahnya pada tahun 1876 dan langsung menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme Belanda yang mulai ekspansi ke wilayah Batak sejak pertengahan abad ke-19.

Perjuangan Sisingamangaraja XII meletus secara terbuka pada 6 Februari 1878, saat pasukan Belanda yang mengawal misionaris masuk ke wilayah Batak. Merasa tanah adat dan kepercayaan lokal terancam, ia memproklamasikan perlawanan dan memimpin rakyat Batak dalam Perang Batak selama hampir tiga dekade.

Berbekal taktik gerilya dan persenjataan tradisional, Sisingamangaraja XII dan pasukannya melawan penjajah Belanda dengan gigih. Meski mendapat dukungan moral dari Aceh, perlahan pasukannya terdesak akibat tekanan militer dan kebijakan pajak represif kolonial.

Puncaknya terjadi pada 17 Juni 1907, ketika pasukan Belanda yang dipimpin Kapten Hans Christoffel berhasil menyergap Sisingamangaraja XII di hutan Simsim, Dairi. Dalam penyergapan tersebut, Sisingamangaraja XII gugur tertembak bersama dua putranya (Sutan Nagari dan Patuan Anggi) serta putrinya, Lopian. Ia dimakamkan sementara di Silindung sebelum dipindahkan ke Soposurung, Balige pada 1953.

Perjuangan dan keteladanannya kemudian diakui secara resmi oleh negara. Pada 9 November 1961, Presiden Soekarno menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sisingamangaraja XII lewat SK Presiden RI No. 590/1961.

Kini, lebih dari satu abad sejak gugurnya, nama dan semangat Sisingamangaraja XII tetap hidup dalam ingatan bangsa. Ia bukan hanya simbol perlawanan Batak, tapi juga tokoh kebangsaan yang membela martabat dan tanah air hingga titik darah penghabisan.

Artikel Redaksi Nusantaratop.co

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights