Jakarta, NusantaraTop.co — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama keberhasilan Indonesia dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Dalam hal ini, dukungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dinilai memiliki peran strategis, baik dalam mendorong peningkatan produksi, menjaga kelancaran distribusi, maupun memastikan stabilitas harga pangan di tengah tekanan tantangan global.
Mentan Amran menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri yang secara konsisten mengawal sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Salah satu capaian konkret dari kolaborasi tersebut adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pakan jagung, yang ditandai dengan peningkatan produksi sekitar 1 juta ton sekaligus menghapus ketergantungan impor.
“Keberhasilan ini tidak berdiri sendiri. Ada kolaborasi kuat, termasuk dukungan Polri dalam menjaga produksi dan distribusi. Ini kerja bersama yang hasilnya dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat,” ujar Mentan Amran saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026).
Selain mendorong produksi, Mentan Amran menilai peran Polri juga sangat krusial dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui Satgas Pangan serta penegakan hukum terhadap berbagai praktik yang merugikan masyarakat. Dengan stok beras nasional yang saat ini mencapai 3,4 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah—ia menegaskan tidak ada alasan bagi harga beras untuk mengalami kenaikan.
“Stok kita kuat. Kehadiran aparat memastikan mekanisme pasar berjalan adil dan tidak diselewengkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kontribusi Polri dalam menjaga stabilitas harga pada periode rawan, seperti Natal dan Tahun Baru, serta penindakan terhadap pelanggaran distribusi pangan.
Menurut Mentan Amran, capaian tersebut membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan semata persoalan teknis pertanian, melainkan hasil dari sinergi kebijakan, pengawasan, dan penegakan hukum yang berjalan seiring.
“Ketika semua bekerja bersama, hasilnya luar biasa. Indonesia mampu mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat dan bahkan mulai memperkuat posisi sebagai negara pengekspor,” katanya.
Ke depan, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam pengembangan hilirisasi pertanian dan penguatan lumbung pangan dari tingkat desa hingga nasional, guna mendorong nilai tambah serta memperkokoh kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, Mentan Amran menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci membawa Indonesia melangkah lebih jauh. “Dengan kolaborasi yang solid, kita bukan hanya menjaga pangan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan Indonesia sebagai pengendali pangan dunia,” pungkasnya. (red/tim)
Editor : Pahotan M Hutagalung












