MancanegaraNews

Netanyahu: Pembebasan Seluruh Sandera Gaza Diharap Terjadi “Dalam Beberapa Hari ke Depan”

×

Netanyahu: Pembebasan Seluruh Sandera Gaza Diharap Terjadi “Dalam Beberapa Hari ke Depan”

Sebarkan artikel ini
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan terkait proses pembebasan sandera Gaza di Tel Aviv, Sabtu (4/10/2025). (AP Photo)

TEL AVIV, NusantaraTop.co – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan harapannya untuk segera mengumumkan pembebasan seluruh sandera dari Gaza “dalam beberapa hari ke depan”, seiring persiapan Israel dan Hamas menuju perundingan tidak langsung di Mesir pada Senin (6/10/2025) terkait rencana baru Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Dalam pernyataan singkat Sabtu malam, Netanyahu mengatakan telah mengirim delegasi ke Mesir untuk “menyelesaikan detail teknis”, dengan target waktu pembahasan hanya beberapa hari. Meski demikian, ia menegaskan Israel tidak akan sepenuhnya menarik pasukan dari Gaza, menolak tuntutan lama Hamas. Netanyahu menambahkan bahwa militer Israel akan tetap menguasai wilayah tertentu di Gaza, sementara Hamas akan dilucuti senjatanya, baik melalui jalur diplomasi maupun militer.

Hamas sebelumnya menyatakan menerima sebagian elemen dari rencana perdamaian AS, yang juga mendapat sambutan dari Presiden Donald Trump. Namun Trump memperingatkan agar Hamas “bergerak cepat” dan menyebut gencatan senjata akan segera dimulai begitu kelompok tersebut mengonfirmasi garis penarikan awal pasukan Israel. Dalam unggahan di media sosial, Trump menampilkan peta yang menunjukkan sebagian besar wilayah Gaza masih terbuka untuk pasukan Israel.

Trump juga memerintahkan Israel menghentikan pemboman di Gaza. Warga di Gaza City melaporkan serangan udara berkurang pada Sabtu, meski rumah sakit melaporkan sedikitnya 22 orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak.

Seorang pejabat Israel mengatakan militer kini berada dalam posisi defensif, tidak lagi melakukan serangan aktif. Namun, serangan udara di kawasan Tuffah, Gaza City, menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 25 lainnya, menurut Direktur Rumah Sakit Al-Ahli, Fadel Naim. Militer Israel menyebut serangan itu menargetkan anggota Hamas dan “menyesalkan korban sipil yang tidak terlibat.”

Keterangan Foto<br >Asap dan api membumbung tinggi usai serangan artileri militer Israel di Nuseirat Jalur Gaza bagian tengah Sabtu 4102025 AP PhotoAbdel Kareem Hana

Rencana yang diusung AS ini bertepatan dengan menjelang peringatan dua tahun perang Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Rencana tersebut mencakup pembebasan 48 sandera terakhir, penghentian serangan Israel, penarikan sebagian pasukan dari Gaza, pembebasan ratusan tahanan Palestina, serta dimulainya bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi wilayah.

Sumber diplomatik Mesir menyebut, perundingan di Kairo akan dihadiri utusan AS Steve Witkoff, dengan fokus pada peta penarikan pasukan Israel dan penyusunan mekanisme pertukaran tahanan.

Sementara itu, warga Gaza menyambut kabar tersebut dengan hati-hati. “Kami ingin implementasi nyata, bukan hanya janji. Kami ingin gencatan senjata di lapangan,” ujar Sameer Qudeeh di Khan Younis. Warga lain, Mohammad Shaat, berharap perang benar-benar berakhir. “Kami sudah benar-benar lelah,” katanya.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas sejak perang pecah telah melampaui 67.000 jiwa, dengan sekitar setengahnya adalah perempuan dan anak-anak. (red)

Sumber : AP

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights