DaerahOlahragaSumut

NPC Sumut Teken MoU Pelatih Pelatda, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi di Peparnas 2028

×

NPC Sumut Teken MoU Pelatih Pelatda, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi di Peparnas 2028

Sebarkan artikel ini
Ketum NPC Sumut Alan Sastra Ginting (kanan) menyerahkan surat MoU kepada pelatih yang akan menangani atlet Pelatda Peparnas 2028. Sebanyak 20 pelatih termasuk asisten menandatangani Mou dengan NPC Sumut.

Medan, NusantaraTop.co – Pengurus National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara resmi menjalin kerja sama dengan para pelatih melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) berjalan. Program ini menjadi langkah awal persiapan menghadapi Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028 mendatang.

Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, menjelaskan penandatanganan MoU dilakukan setelah pihaknya menyelesaikan rangkaian tes fisik dan keterampilan terhadap para atlet. Hasil evaluasi internal kemudian menjadi dasar dalam menentukan atlet yang masuk dalam Pelatda berjalan.

“Setelah tes fisik dan keterampilan kita lakukan, baru kita evaluasi secara internal. Ada sekitar 61 atlet yang kita masukkan ke dalam Pelatda berjalan. Hasilnya masih didominasi atlet berprestasi di Peparnas 2024, namun ada juga beberapa atlet potensial yang sebelumnya di luar Pelatda,” ujar Alan, Jumat (2/3/2026).

Menurutnya, kehadiran atlet potensial baru menjadi catatan penting bagi NPC Sumut dalam mempersiapkan kekuatan tim menuju Peparnas 2028. Setelah penetapan atlet, pihaknya mengundang seluruh pelatih dari masing-masing cabang olahraga untuk rapat bersama sekaligus melakukan penandatanganan MoU, sebagaimana dilakukan pada periode sebelumnya.

“Setelah atlet ditetapkan, seluruh pelatih kita undang sesuai cabang olahraga masing-masing, lalu dilakukan penandatanganan MoU seperti tahun lalu,” jelasnya.

Secara keseluruhan, sekitar 20 pelatih termasuk asisten akan menangani 12 cabang olahraga dalam program Pelatda kali ini. Adapun cabang olahraga yang mengikuti seleksi meliputi atletik, judo, angkat berat, tenis meja, tenis lapangan, taekwondo, catur, boccia, panjat tebing, panahan, renang, dan bulutangkis.

Alan memastikan komposisi pelatih tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, pihaknya tetap memberikan sejumlah catatan evaluasi berdasarkan hasil tes fisik dan keterampilan atlet.

“Pelatih masih sama seperti tahun lalu, tidak ada perubahan. Tetapi kita tetap memberikan masukan dari hasil evaluasi agar persiapan ke depan lebih fokus dan meningkat,” katanya.

NPC Sumut juga memasang target lebih tinggi pada Peparnas 2028 dibandingkan capaian pada Peparnas 2024 di Solo. Target tersebut langsung disampaikan kepada seluruh pelatih usai penandatanganan MoU sebagai motivasi bersama.

“Kita sampaikan bahwa hasil Peparnas 2024 harus bisa kita lampaui di 2028 nanti. Target kita jelas, harus lebih baik dari sebelumnya,” tegas Alan.

Dalam persiapan menuju ajang nasional tersebut, NPC Sumut menerapkan skala prioritas terhadap cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang besar meraih medali. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah cabang para swimming atau renang.

Menurut Alan, pembinaan atlet para swimming berjalan fokus dan konsisten sehingga berpotensi besar meningkatkan perolehan medali pada Peparnas mendatang.

“Kita melihat para swimming memiliki peluang besar untuk meningkatkan prestasi. Pembinaannya cukup fokus dan latihan berjalan terarah, sehingga peluang menambah medali cukup terbuka,” ujarnya.

Sejak kembali dari Peparnas 2024, NPC Sumut terus menjalankan program latihan secara berkelanjutan. Evaluasi menyeluruh juga rutin dilakukan, termasuk melalui tes fisik terbaru yang menunjukkan adanya peningkatan performa di beberapa cabang olahraga.

Meski cabang dan nomor pertandingan Peparnas 2028 belum ditetapkan secara resmi, Alan optimistis Sumatera Utara mampu mencatat hasil lebih baik. Ia menilai sejumlah atlet unggulan masih berusia muda dan memiliki masa pembinaan yang panjang.

“Kalau melihat cabang dan nomor sebelumnya, minimal kita bisa meningkat. Apalagi atlet yang menonjol masih usia muda dan prioritas pembinaannya masih sangat bagus,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights