Jakarta, NusantaraTop.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel. Penangkapan ini terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
OTT dilakukan pada Rabu (19/8/2025) dan diumumkan sehari setelahnya, Kamis (20/8/2025). Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan tersebut.
“Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” ujar Fitroh. Namun, ia belum merinci jumlah uang yang berhasil didapat dari dugaan praktik tersebut.
10 Orang Terjaring, KPK Sita 22 Mobil dan Motor Mewah
Dalam operasi itu, total 10 orang diamankan dan dibawa ke Gedung KPK untuk diperiksa intensif. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
Tak hanya menangkap orang, KPK juga menyita aset bernilai fantastis. Sebanyak 22 mobil dan motor mewah dipamerkan di halaman Gedung KPK.
Baca Juga : Breaking News! KPK Tangkap Wamenaker Immanuel Ebenezer Lewat OTT
Deretan kendaraan sitaan tersebut antara lain Nissan GTR, BMW, Hyundai Palisade, Mitsubishi Pajero Sport, Jeep, hingga motor sport Ducati dan Vespa. Pemandangan ini sempat membuat Gedung KPK layaknya showroom otomotif mewah.

Anggota Kabinet Prabowo-Gibran Pertama Kena OTT
Noel tercatat sebagai anggota Kabinet Prabowo-Gibran pertama yang terkena OTT KPK. Ia baru dilantik sebagai Wamenaker oleh Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024.
Menyikapi kasus ini, pihak Istana buka suara. Mensesneg Prasetyo menegaskan Presiden Prabowo prihatin dan mengingatkan kembali pentingnya menjaga amanah jabatan.
“Tentu sebagaimana berkali-kali diingatkan Bapak Presiden, kita perlu berhati-hati. Semangat kita adalah tidak menyalahgunakan amanah. Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ruangan K3 di Kemnaker Disegel KPK
Selain menangkap Noel, KPK juga menyegel ruangan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan Jakarta Selatan. Ruangan yang disegel disebut berkaitan langsung dengan urusan K3.
“Benar,” kata Fitroh saat dikonfirmasi terkait penyegelan itu.
KPK: Pemerasan Diduga Sudah Lama Terjadi
KPK menduga praktik pemerasan Noel terhadap perusahaan terkait sertifikasi K3 sudah berlangsung cukup lama. Meski begitu, detail periode waktu serta jumlah uang yang terkumpul belum dibuka ke publik.
“Sudah berlangsung lama, jumlahnya cukup besar,” ungkap Fitroh.
Kasus ini menjadi sorotan besar karena melibatkan pejabat tinggi kabinet. Publik kini menanti langkah KPK berikutnya, termasuk status hukum Noel dan pihak lain yang ikut terjaring OTT.(red)












