Sibolga, NusantaraTop.co – Kebakaran hebat melanda Gedung Pasar Nauli, pasar terbesar di Kota Sibolga, Sumatera Utara, sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (11/7/2026). Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan pasar berlantai tiga tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, kobaran api pertama kali terlihat berasal dari salah satu kios di lantai satu yang diketahui merupakan warung sembako milik seorang pedagang yang akrab disapa Boru Limbong.
“Sekitar pukul 21.30 WIB kami mendengar teriakan kebakaran. Saat kami melihat ke dalam pasar, asap tebal dan api sudah keluar dari warung sembako milik Boru Limbong. Tidak lama kemudian api langsung membesar dan menjalar ke lapak di sebelahnya,” ujar seorang warga bernama Tison.
Pedagang Histeris Melihat Kios Ludes Terbakar
Peristiwa kebakaran tersebut membuat para pedagang panik. Salah seorang pemilik usaha jahit di lantai tiga, Boru Tinjak, tampak histeris menyaksikan tiga kios miliknya hangus dilalap si jago merah.
Ia mengaku seluruh hasil jahitan pelanggan, termasuk pakaian pengantin dan kebaya yang telah selesai dikerjakan, tidak sempat diselamatkan.
“Tiga kios jahit saya habis terbakar. Banyak pesanan baju pengantin dan kebaya pelanggan yang sudah selesai dijahit. Ada tiga baju untuk keluarga pengantin yang harus diambil besok. Bagaimana saya harus menggantinya,” ucap Boru Tinjak sambil menangis.
“Saya dapat kabar sekitar jam 10 malam. Lihatlah, bagaimana tidak sedih, api masih menyala di lantai tiga,” tambahnya.
Api Belum Berhasil Dipadamkan
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Sibolga tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman dari berbagai sisi gedung.
Hingga sekitar pukul 22.39 WIB, kobaran api masih terlihat membakar sebagian bangunan dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Gedung Pasar Nauli diketahui menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat Kota Sibolga dengan lebih dari 800 lapak pedagang. Kebakaran ini dikhawatirkan menimbulkan kerugian material yang sangat besar serta berdampak terhadap aktivitas ekonomi para pedagang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kebakaran maupun estimasi total kerugian. Aparat kepolisian bersama instansi terkait akan melakukan penyelidikan setelah proses pemadaman api selesai.(red)












