Medan, NusantaraTop.co – Pemerintah terus memperkuat komitmennya menuju zero accident dalam penyediaan makanan sehat bagi masyarakat. Melalui Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah I Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan untuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada 1–2 November 2025 di empat lokasi di Kota Medan: Hotel Caribia, Hotel Emerald, Hotel Raz, dan Hotel D’Prima.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah I, Wahyu Widisetyanta, yang menegaskan pentingnya peran para penjamah makanan dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan.
“Kita semua adalah pejuang gizi. Setiap langkah kita berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan generasi sehat dan tenaga kerja berkualitas,” ujar Wahyu saat membuka kegiatan, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan, di tengah berbagai pemberitaan miring soal Program MBG, masih banyak anak-anak Indonesia yang menantikan kehadiran makanan bergizi di sekolah-sekolah. Hingga awal November ini, sebanyak 1,4 miliar porsi makanan telah disalurkan kepada penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Meski sempat ditemukan sekitar 8.000 porsi makanan terkontaminasi, pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem agar kualitas pangan semakin terjamin.
Program MBG juga dinilai membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui keterlibatan warga di Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG), program ini membuka peluang kerja dan memberdayakan pelaku usaha lokal. Saat ini, terdapat lebih dari 13.000 SPPG yang sudah dan siap beroperasi di berbagai daerah.
Bimtek di Medan kali ini diikuti 77 SPPG dengan total 2.900 peserta dari wilayah Medan, Deli Serdang, Langkat, dan Serdang Bedagai. Mereka terdiri dari pengurus dan penjamah makanan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Program MBG.
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapat materi dari narasumber Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta praktisi gizi. Materi mencakup keamanan pangan, higienitas produksi, sanitasi lingkungan, pengelolaan limbah (IPAL), standarisasi gizi anak sekolah, hingga tata kelola data penerima manfaat.
Program Makanan Bergizi Gratis sendiri menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Melalui kegiatan seperti Bimtek ini, diharapkan setiap penjamah makanan memiliki pemahaman dan keterampilan yang baik dalam memastikan pangan yang aman dan bergizi bagi seluruh penerima manfaat.(red)
Laporan: Jonathan Panggabean
Editor: Pahotan M. Hutagalung












