DaerahEkonomi & BisnisRagamSumut

Penukaran Uang Nataru BI Masuk Gereja, Jemaat Keluhkan Kuota Terbatas

×

Penukaran Uang Nataru BI Masuk Gereja, Jemaat Keluhkan Kuota Terbatas

Sebarkan artikel ini
Mobil kas keliling Bank Indonesia melayani penukaran uang pecahan kecil dalam Program SERUNAI (Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai) di salah satu gereja HKBP di Kota Medan, Rabu (17/12/2025). Layanan penukaran uang jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini dilakukan dengan sistem voucher yang dibagikan terbatas melalui pengurus gereja. (NusantaraTop.co)

Medan, NusantaraTop.co – Bank Indonesia (BI) menggelar program Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) dengan membuka layanan penukaran uang pecahan kecil bagi jemaat yang merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kota Medan.

Program SERUNAI berlangsung pada 16–19 Desember 2025, dengan layanan penukaran uang pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, dan Rp2.000 yang dilakukan melalui mobil kas keliling BI dan menyasar sejumlah gereja, khususnya gereja-gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Namun, penukaran uang tersebut wajib menggunakan voucher yang dibagikan secara terbatas melalui masing-masing pengurus gereja.

“Pembagian voucher disalurkan melalui pengurus gereja,” ujar salah satu petugas BI kepada wartawan saat ditemui di Gereja HKBP Pabrik Tenun, Jalan Pabrik Tenun, Kelurahan Sei Putih Timur, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (17/12/2025).

Voucher Terbatas, Jemaat Kecewa

Sejumlah nasabah dan jemaat mengaku kecewa karena tidak mendapatkan voucher penukaran, meskipun telah datang langsung ke lokasi gereja saat mobil kas BI beroperasi.

Daniel, salah satu nasabah yang tidak memiliki voucher, menilai program tersebut kurang maksimal di lapangan dan menimbulkan kebingungan.

“Di Helvetia saja banyak HKBP, makanya pak enggak usah dibuat program seperti ini kalau ujungnya jadi ambigu. Datang ke sini, voucher habis, mekanismenya juga enggak dijelaskan dari awal,” keluh Daniel dalam perdebatan dengan pihak petugas BI.

Keterangan Foto Spanduk Program SERUNAI Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai Bank Indonesia di Medan 16 sd 19 Desember 2025 sebagai bagian layanan penukaran uang pecahan kecil menjelang Natal dan Tahun Baru

Ia juga menyayangkan keterbatasan kuota voucher yang dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan.

“Ini baru lima orang kami yang datang, tadi sempat ramai-ramai. Kalau lebih banyak lagi gimana?” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Helena, jemaat lain yang ingin menukarkan uang.

“Minggu depan sudah tanggal 23 pak,” ujarnya, menanggapi saran petugas BI agar penukaran dilakukan di kantor BI pada pekan berikutnya.

BI Akui Program Baru Masuk Gereja

Pihak BI melalui petugas di lapangan menyampaikan bahwa program penukaran uang masuk ke gereja merupakan kegiatan perdana yang dilakukan menjelang Natal.

“Penukaran ini baru pertama kami lakukan masuk ke gereja-gereja,” kata petugas BI.

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait keterbatasan voucher, pihak BI menyebut tidak memiliki kewenangan memberikan keterangan resmi.

“Untuk konfirmasi lebih lanjut harus melalui pimpinan kami. Kami hanya menjalankan tugas,” singkatnya.

Daftar Gereja Lokasi Program SERUNAI BI di Medan

Berdasarkan data yang dihimpun NusantaraTop.co, berikut beberapa gereja yang menjadi lokasi penukaran uang program SERUNAI BI di Medan:

  • 16 Desember 2025
    Gereja HKBP P. Simalingkar – Jl. Bawang VIII No.2, Mangga, Medan Tuntungan
    Gereja HKBP Padang Bulan – Jl. Jamin Ginting Km 6,1, Medan Selayang
  • 17 Desember 2025
    Gereja HKBP Pabrik Tenun – Jl. Pabrik Tenun, Medan Petisah
    Gereja Katolik Katedral – Jl. Pemuda 1, Aur, Medan Maimun
  • 18 Desember 2025
    Gereja HKBP Medan Sudirman – Jl. H. Misbah No.18, Medan
    Gereja Katolik Kristus Raja – Jl. MT Haryono No.36, Medan
  • 19 Desember 2025
    GBKP Rg. Pasar 2 Titi Rante – Jl. Rehab No.56, Medan
    Gereja HKBP Marindal – Jl. Satya Bakti No.151, Deli Serdang

Harapan Jemaat

Sejumlah jemaat berharap ke depan BI dapat memperluas kuota penukaran atau membuka layanan langsung di masing-masing gereja tanpa mekanisme voucher terbatas.

“Kalau bisa dibuat di tiap gereja saja, biar adil dan tidak ribut,” ujar salah satu nasabah.

Program SERUNAI sendiri bertujuan menjaga ketersediaan uang layak edar (ULE) menjelang Natal dan Tahun Baru, sekaligus mendekatkan layanan BI kepada masyarakat.(red/tim)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights