NasionalPendidikan

Presiden Prabowo Tambah Dana Riset Rp4 Triliun, Perkuat Pendidikan Tinggi Nasional

×

Presiden Prabowo Tambah Dana Riset Rp4 Triliun, Perkuat Pendidikan Tinggi Nasional

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan kepada media usai Taklimat Presiden RI bersama rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Foto: Tangkapan layar YouTube BPMI Setpres)

Jakarta, NusantaraTop.co – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis untuk penguatan pendidikan tinggi nasional dalam kegiatan Taklimat Presiden RI dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026 yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Taklimat tersebut menyoroti tiga fokus utama, yakni perluasan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional. Forum ini menjadi ajang dialog langsung antara Presiden dengan para rektor dan guru besar dari seluruh Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya usai kegiatan mengatakan, para rektor dan pimpinan perguruan tinggi mengapresiasi ruang dialog terbuka yang diberikan Presiden Prabowo. Bahkan, mereka mengusulkan agar forum serupa dapat digelar secara lebih rutin.

“Taklimat ini merupakan cara Presiden berkomunikasi langsung dengan para pemangku kepentingan strategis. Hari ini beliau berdiskusi, memberikan update kondisi bangsa, tantangan, serta program-program pemerintah ke depan kepada para rektor dan guru besar,” ujar Prasetyo.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga mengambil keputusan penting terkait pendanaan riset perguruan tinggi. Prasetyo mengungkapkan, saat ini dana riset perguruan tinggi hanya sekitar Rp8 triliun atau setara 0,34 persen dari APBN.

“Bapak Presiden langsung memutuskan penambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun, yang diharapkan dapat memperkuat riset di seluruh universitas, termasuk melalui kerja sama dengan BRIN,” jelasnya.

Presiden menekankan agar riset-riset tersebut diprioritaskan untuk mendukung swasembada pangan, swasembada energi, serta industrialisasi dan hilirisasi yang akan memasuki tahap pembangunan besar-besaran. Menurutnya, agenda tersebut membutuhkan sumber daya manusia unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain riset, Presiden Prabowo juga menyoroti akses beasiswa pendidikan tinggi. Dari sekitar 9,9 juta mahasiswa di Indonesia, penerima beasiswa seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) baru mencapai sekitar 1,1 juta orang.

Presiden pun mengarahkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menghitung ulang dan memformulasikan skema perluasan beasiswa, termasuk meningkatkan porsi beasiswa LPDP untuk bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) hingga di atas 80 persen.

“Fokus kita adalah mengejar ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas Prasetyo menyampaikan arahan Presiden.

Dalam konteks kemandirian nasional, Presiden Prabowo juga menyinggung pentingnya inovasi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan geopolitik global, termasuk cita-cita pengembangan mobil nasional dan penguatan teknologi strategis dalam negeri.

Taklimat tersebut juga membahas krisis tenaga kesehatan, khususnya kekurangan dokter dan dokter spesialis. Presiden mengarahkan agar kuota penerimaan mahasiswa kedokteran diperbesar serta membuka peluang pendirian fakultas kedokteran baru, termasuk penguatan pendidikan dokter gigi, farmasi, dan teknologi kesehatan.

“Selain memperbesar kapasitas pendidikan, juga direncanakan skema beasiswa penuh untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional,” kata Prasetyo.

Forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mewujudkan kemandirian bangsa di bidang pendidikan, sains, teknologi, dan kesehatan.(red)

Sumber : YouTube BPMI Setpres

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *