DaerahHukumSumut

Sepupu Sendiri Jadi Otak Penculikan Bocah SD di Marelan, Minta Tebusan Rp 50 Juta

×

Sepupu Sendiri Jadi Otak Penculikan Bocah SD di Marelan, Minta Tebusan Rp 50 Juta

Sebarkan artikel ini
Tampang Firda Hermayati (Kanan), Julia Hasibuan (Tengah), dan Nurhayati alias Yati (Kiri), penculik anak SD di Medan Marelan, usai ditangkap Polisi, Jumat (1/8/2025). Tersangka Firda merupakan tante atau sepupu ibu korban.

Medan, NusantaraTop.co – Kasus penculikan yang menggegerkan warga Medan Marelan akhirnya terungkap. Seorang bocah laki-laki berinisial ZK (7), siswa kelas 2 SD, berhasil diselamatkan setelah diculik oleh tantenya sendiri, hanya demi menutup utang dan tuntutan ekonomi.

Tim gabungan dari Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan, Ditreskrimum Polda Sumut, dan Polsek Medan Labuhan berhasil membekuk tiga tersangka pada Jumat (1/8/2025) dini hari. Ketiganya adalah Firda Hermayati, Julia Hasibuan, dan Nurhayati alias Yati. Polisi menetapkan Firda sebagai otak penculikan, yang tak lain adalah sepupu dari ibu korban.

Motif Keji: Utang dan Dendam Pribadi

Kepada penyidik, Firda mengaku nekat menculik ZK karena terlilit utang serta terdesak kebutuhan hidup. Ironisnya, korban adalah keponakannya sendiri. Firda mengungkap bahwa ia memiliki utang sekitar Rp 2 juta, termasuk untuk menebus handphone anaknya di pegadaian.

“Saya butuh uang buat bayar utang dan keperluan rumah. Saya juga masih utang Rp 200 ribu sama mamanya Zaki,” kata Firda, sambil tertunduk di hadapan awak media.

Hubungan Firda dan ibu korban, bernama Via, disebut tidak harmonis. Firda merasa diperlakukan sinis oleh Via setiap kali mereka bertemu. Ia bahkan menyimpan dendam karena sering dipandang sebelah mata.

“Mamanya kalau lihat saya, sinis. Saya sama neneknya Zaki baik-baik saja,” ucap Firda.

Surat Ancaman Mengerikan: “Kalau Tidak Bayar, Organnya Kami Jual”

Rencana penculikan sudah dipersiapkan sejak Selasa, 29 Juli 2025. Pada Kamis (31 Juli), Firda berpura-pura menjemput korban dari sekolah dan membawanya ke gerai ayam goreng cepat saji, sebelum akhirnya mengamankannya di lokasi persembunyian.

Tak lama setelah penculikan, surat berisi ancaman diserahkan ke rumah orang tua korban. Surat itu menyebut permintaan tebusan Rp 50 juta, disertai nomor rekening. Isinya begitu mengerikan:

“Anak ini tidak akan kembali. Organnya akan lebih mahal dari Rp 50 juta.”

Surat tersebut mengguncang keluarga korban dan menyebar luas di media sosial setelah terekam kamera CCTV, menunjukkan seorang perempuan menggandeng korban dari lingkungan sekolah.

Kasus Penculikan Anak Selembar surat permintaan tebusan sebesar Rp 50 Juta kepada keluarga siswa SD di Medan Marelan yang diduga diculik Kamis 3172025

Ancaman Hanya untuk Menakut-nakuti

Firda mengaku tak sungguh-sungguh ingin mencelakai ZK. Ia bahkan sempat mengajak sang keponakan makan setelah penculikan. Ancaman mutilasi disebutnya hanya gertakan untuk membuat ibu korban segera membayar.

Ia juga mengakui berjanji akan membayar masing-masing Rp 500 ribu kepada dua rekannya, jika uang tebusan berhasil ditransfer.

“Mereka (dua tersangka lain) tidak tahu rencananya. Saya sendiri yang niat dari awal,” kata Firda.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar, membenarkan adanya laporan penculikan anak dan menyatakan tim gabungan sudah bergerak cepat.

“Kami masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk kemungkinan adanya motif lain. Bocah korban sudah dalam kondisi aman,” ujar Iptu Hamzar.

Polisi masih mendalami latar belakang tersangka Firda yang diketahui merupakan pecandu narkoba. Dugaan sementara, kondisi psikologis dan ekonomi menjadi pemicu aksi nekat tersebut.

Keluarga korban kini masih dalam kondisi trauma, meski lega karena ZK berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat. Sang ibu berharap pelaku dihukum seberat-beratnya karena mengkhianati kepercayaan dan menciptakan teror di tengah masyarakat. (red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights