Medan, NusantaraTop.co – Suasana penuh syukur dan sukacita mewarnai acara serah terima jabatan (sertijab) Pimpinan Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah I yang berlangsung di Kantor Pusat GMI Wilayah I, Kamis (6/11). Acara ini menjadi momen penting dalam perjalanan pelayanan GMI, ditandai dengan perpindahan kepemimpinan dari Bishop Kristi Wilson Sinurat kepada Bishop Antoni Manurung.
Rangkaian prosesi dimulai dengan ibadah bersama, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sertijab yang disaksikan oleh para undangan, antara lain Bishop Tahir Wijaya, Bishop RPM Tambunan, para pimpinan distrik, serta tamu undangan lainnya.
Bishop Antoni Manurung: Otoritas Harus Membawa Kesejahteraan
Dalam sambutan perdananya, Bishop Antoni Manurung mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan melalui hasil Konferensi Agung GMI XV pada Oktober lalu.
“Kami berdoa Tuhan terus memberkati keluarga Bishop Kristi Wilson Sinurat. Jabatan ini bukan hal mudah, karena otoritas bisa membawa dua roh — roh yang merusak dan roh sorgawi yang membangun. Kami berkomitmen menjalankan otoritas dengan roh sorgawi yang membawa kesejahteraan bagi semua pihak,” ujarnya.
Mengutip 1 Petrus 5:1–6, Bishop Antoni mengingatkan tiga indikator penting dalam kepemimpinan rohani:
- Mengabdi kepada Tuhan sebagai sumber mandat dan otoritas.
- Menjadi gembala yang hadir di tengah umat, bukan hanya di depan.
- Menjalankan kerendahan hati dalam setiap pelayanan.
Ia juga memohon dukungan seluruh jemaat agar dapat menjalankan amanah baru ini dengan roh yang membangun dan mempersatukan umat.
Bishop Kristi Wilson: Sertijab Adalah Momentum Rohani
Bishop Kristi Wilson Sinurat menegaskan bahwa sertijab bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi momentum rohani bahwa karya Tuhan terus berjalan melalui para pelayan-Nya.
“Kesatuan dalam Kristus adalah kekuatan utama gereja. Dalam setiap tantangan dan perbedaan, hanya kasih Kristus yang mampu menyatukan kita,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian mengambil keputusan demi menjaga keutuhan gereja.
“Menjadi pemimpin ibarat berada di pucuk pohon bisa dihembus angin lebih kencang, namun dari pucuklah kita dapat melihat lebih luas,” tambahnya.
Sebelumnya, istri Bishop Kristi Wilson, Pdt Nettina Samosir, menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih atas dukungan jemaat selama delapan tahun masa pelayanan suaminya.
Panitia: Sertijab Bukti Organisasi yang Sehat
Ketua Panitia, Pdt Jhon Edianto Purba S.Th, menegaskan bahwa sertijab merupakan momen teologis yang menunjukkan bahwa GMI memiliki organisasi dan kepemimpinan yang sehat.
“Sertijab bukan tanda akhir sebuah kepemimpinan, melainkan awal yang baik untuk menatap pelayanan yang baru,” tegasnya.
Pdt Binran Sipayung juga memberikan penghargaan tinggi atas pengabdian Bishop Kristi Wilson selama periode 2017–2025 yang dinilai penuh dedikasi dan membawa banyak pembaruan positif bagi GMI Wilayah I.
Penutup: Tongkat Estafet Pelayanan Resmi Berpindah
Acara sertijab ditutup dengan doa berkat dan sesi foto bersama seluruh peserta. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menggambarkan bahwa tongkat estafet pelayanan di GMI Wilayah I telah resmi berpindah tangan — membawa semangat baru untuk terus melayani dan memberkati semua ciptaan di bawah naungan kasih dan hikmat Tuhan. (red/tim)












