NUSANTARATOP.CO – Bagi banyak perempuan, diagnosis kanker payudara kerap identik dengan operasi besar, pembiusan, serta masa pemulihan yang panjang. Namun kini, harapan baru mulai muncul melalui metode pengobatan inovatif bernama krioblasi (cryoablation), khususnya untuk tumor berisiko rendah.
Teknik krioblasi memungkinkan pasien menjalani prosedur tanpa pembedahan dan bahkan dapat pulang pada hari yang sama. Metode ini dinilai lebih minim risiko dan memberikan waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi konvensional.


Ahli bedah onkologi payudara, Richard Fine dari West Cancer Center, Germantown, Tennessee, menjelaskan bahwa krioblasi tidak melibatkan pengangkatan jaringan payudara.
“Krioblasi bekerja dengan memasukkan sebuah probe ke dalam tumor dengan panduan USG. Sistem ini kemudian mengalirkan nitrogen cair yang membekukan tumor dan membentuk bola es. Bola es tersebut akan menghancurkan jaringan tumor, dan seiring waktu, tubuh akan menyerap kembali jaringan yang telah mati itu,” jelasnya.
Teknologi ini dikembangkan oleh IceCure Medical dan telah mendapatkan izin penggunaan untuk kondisi tertentu. Prosedur ini diperuntukkan bagi pasien berusia 70 tahun ke atas dengan tumor payudara berisiko rendah berukuran 1,5 cm atau lebih kecil, serta yang menjalani terapi endokrin tambahan (adjuvan).
Salah satu pasien yang merasakan manfaatnya adalah Peggy Stelling (78). Ia mengaku merasa lebih tenang setelah mendapat penjelasan dari dokter.
“Ia mengatakan bahwa teknik ini juga telah digunakan untuk berbagai jenis kanker lain, seperti kanker lambung, kanker usus besar, kanker hati, kanker hidung, dan kanker prostat. Mendengar penjelasan itu, saya langsung merasa tenang. Itu benar-benar menjadi sebuah berkah,” ujarnya dengan haru.
Menurut pihak IceCure, prosedur krioblasi dilakukan dengan anestesi lokal dan umumnya selesai dalam waktu kurang dari satu jam. Selain itu, metode ini meninggalkan bekas luka yang minimal dan mempercepat proses pemulihan pasien.
Meski menjanjikan, penggunaan krioblasi masih terbatas. Saat ini, perusahaan tengah merancang studi lanjutan berskala besar yang melibatkan sekitar 400 pasien guna menguji efektivitas teknologi ini secara lebih luas.
Bagi Stelling, krioblasi menjadi solusi setelah tumornya terdeteksi melalui pemeriksaan mammogram rutin. Ia pun mengingatkan pentingnya deteksi dini bagi perempuan.
“Semua perempuan harus tahu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin. Masih banyak yang belum melakukannya, dan saya mendorong semua perempuan untuk rutin memeriksakan kesehatan,” pesannya. (red)
Sumber: Reuters
Editor: Pahotan M Hutagalung












