HukumMancanegaraPariwisataRagam

Tragedi Wisata di Turki: Ayah Lima Anak Tewas di Kapal “Bajak Laut”, Keluarga Protes Sikap Kru

×

Tragedi Wisata di Turki: Ayah Lima Anak Tewas di Kapal “Bajak Laut”, Keluarga Protes Sikap Kru

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Turkey, NusantaraTop.co – Suasana padat penumpang di atas kapal wisata bertema bajak laut “Legend Big Kral” di perairan Cleopatra Beach, Alanya, Turki. Wisata mewah ini berujung duka setelah seorang turis asal Inggris, Peter Colville (60), ditemukan tewas saat berenang, Kamis (27/7). Insiden tersebut menuai sorotan karena kru kapal dinilai tidak profesional dan lebih mementingkan kelanjutan pesta hiburan ketimbang memberi empati kepada keluarga korban. (Credit: SWNS)

Turkey, NusantaraTop.co – Sebuah perjalanan wisata mewah di atas kapal bertema bajak laut di Turki berujung tragedi. Peter Colville (60), warga negara Inggris asal Woking, Surrey, ditemukan tewas saat berenang dalam tur laut di perairan Cleopatra Beach, Alanya, Turki, Kamis (27/7).

Kejadian memilukan ini menjadi sorotan setelah keluarga korban mengungkap perlakuan tidak sensitif dari kru kapal, yang justru meminta maaf kepada tamu lain karena pesta busa (foam party) tertunda akibat insiden tersebut.

“Kami menjalani saat-saat terburuk dalam hidup kami, tetapi kru hanya meminta maaf kepada penumpang karena pesta busa tertunda,” ungkap Nakita Colville (27), putri korban, kepada media.

Keterangan foto<br >Turkey NusantaraTopco Jasad Peter Colville 60 turis asal Inggris terlihat mengapung tak sadarkan diri di perairan Cleopatra Beach Alanya Turki sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi wisata laut kapal Legend Big Kral Kamis 277 Credit SWNS

Kejadian Tragis di Atas Kapal “Legend Big Kral”

Kapal wisata “Legend Big Kral”, yang mematok tarif sekitar £200  (Rp 4 Juta ) dan menampung hingga 1.200 penumpang, menawarkan pengalaman laut dengan DJ, snorkeling, hingga hiburan langsung. Namun, wisata tersebut berubah jadi duka saat Peter Colville dinyatakan tenggelam saat berenang.

Menurut Nakita, ayahnya ditemukan dalam kondisi mengapung tak sadarkan diri, dan CPR pertama kali dilakukan oleh sesama wisatawan, bukan kru kapal.

“Kru hanya berdiri menyaksikan, bahkan barman kapal yang menyatakan ayah saya telah meninggal,” tambahnya.

Keterangan foto<br >Turkey NusantaraTopco Peter Colville 60 warga negara Inggris yang tewas saat wisata laut di Alanya Turki berpose mesra bersama istrinya saat berlibur di kawasan wisata Eftalia sebelum tragedi terjadi

Keluarga Mengaku Tak Diberi Dukungan Emosional

Setelah jasad Peter dibawa oleh penjaga pantai, pihak keluarga merasa tidak mendapat empati dari staf kapal. Nakita menyebutkan bahwa ibunya sempat pingsan karena syok, sementara penumpang lain juga menangis dan panik, namun pesta tetap dilanjutkan oleh penyelenggara.

Beberapa ulasan di situs TripAdvisor juga membenarkan klaim keluarga, menyebut penanganan kru sangat buruk dan tidak profesional.

“Seorang pria meninggal. Dan mereka melanjutkan pesta seperti tidak terjadi apa-apa,” tulis seorang penumpang.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Jenazah Peter sempat dibawa ke rumah sakit, namun baik otopsi di Turki maupun Inggris belum dapat mengungkap penyebab pasti kematian. Keluarga menyatakan bahwa Peter dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit yang diketahui.

“Ayah saya orang yang bijak. Jika merasa tidak sehat, dia tidak akan ikut berenang,” kata Nakita.

Ia juga mengingatkan wisatawan untuk lebih waspada saat memilih tur laut, terutama terhadap prosedur keselamatan dan profesionalisme kru.

“Saya tidak melarang orang berwisata ke Turki atau naik kapal, saya hanya meminta agar lebih sadar risiko dan bagaimana Anda akan diperlakukan jika terjadi sesuatu,” tulisnya dalam unggahan Facebook.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights