Mancanegara

Banjir Bandang dan Hujan Es Terjang Astana, Kazakhstan, Usai Gelombang Panas Ekstrem 39,5 Derajat Celsius

×

Banjir Bandang dan Hujan Es Terjang Astana, Kazakhstan, Usai Gelombang Panas Ekstrem 39,5 Derajat Celsius

Sebarkan artikel ini
Sebuah bus umum terjebak di tengah banjir bandang yang merendam ruas jalan utama di Astana, Kazakhstan, setelah hujan deras dan badai melanda kota tersebut. Banjir mengakibatkan gangguan lalu lintas dan melumpuhkan aktivitas di sejumlah kawasan. Foto: Tangkapan layar video/media sosial.

Astana, NusantaraTop.co Jum’at (24/7/2026) – Banjir bandang disertai hujan es dahsyat melanda Astana, Kazakhstan, setelah hujan deras mengguyur ibu kota negara tersebut secara tiba-tiba. Fenomena cuaca ekstrem itu terjadi hanya beberapa hari setelah Astana mengalami gelombang panas dengan suhu mencapai 39,5 derajat Celsius, rekor tertinggi yang pernah tercatat di kota tersebut.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Perubahan cuaca yang sangat drastis dalam waktu singkat membuat warga menjuluki peristiwa ini sebagai “kiamat cuaca”, karena mengakibatkan lumpuhnya aktivitas transportasi, pemadaman listrik di sejumlah kawasan permukiman, hingga banjir yang merendam jalan-jalan utama.

Berdasarkan laporan yang beredar, hujan deras mengubah sejumlah ruas jalan di Astana menjadi aliran sungai. Puluhan kendaraan terjebak di tengah genangan, sementara beberapa bus umum dilaporkan kemasukan air, terutama di kawasan Right Bank dan Left Bank.

Selain banjir, wilayah Right Bank juga diterjang badai yang disertai hujan es berukuran besar. Kondisi tersebut memperparah kerusakan kendaraan serta mengurangi jarak pandang para pengendara sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Genangan air juga merendam sejumlah kompleks apartemen. Air banjir meluap hingga memasuki lobi dan pintu masuk gedung, sementara sistem drainase kota dilaporkan tidak mampu menampung volume air hujan yang turun dalam waktu singkat.

Fenomena cuaca ekstrem ini juga ditandai dengan perubahan suhu yang sangat drastis. Jika beberapa hari sebelumnya Astana dilanda gelombang panas dengan suhu mencapai 39,5 derajat Celsius, saat badai melanda suhu udara turun tajam menjadi sekitar 23 hingga 25 derajat Celsius.

Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan penanganan terhadap dampak banjir serta memantau kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Para ahli menilai perubahan cuaca yang berlangsung secara ekstrem dalam waktu singkat menjadi salah satu indikasi meningkatnya intensitas fenomena iklim yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Editor: Pahotan M Hutagalung

Penulis