Medan, NusantaraTop.co – Berdiri di atas panggung mengenakan kostum karnaval berbobot belasan kilogram atau tampil di depan kamera televisi bukan lagi hal asing bagi Natalie Ruth Hutagalung. Namun, di balik berbagai pencapaiannya sebagai model, talent televisi, hingga reporter, tersimpan perjalanan panjang yang dimulai dari rasa minder dan ketidakpercayaan diri.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ada satu kalimat yang selalu dipegang Natalie setiap kali menghadapi tantangan dalam kariernya.
“Semua manusia di dunia ini sama, tidak ada yang berbeda.”
Bagi perempuan kelahiran Jakarta, 30 September 2001, yang akrab disapa Nat ini, kalimat tersebut menjadi pengingat agar terus percaya pada diri sendiri dan berani melangkah keluar dari zona nyaman.
Berawal dari Rasa Minder
Natalie mengaku bukan pribadi yang percaya diri sejak awal. Bahkan, ketika melihat informasi pencarian model baru di media sosial pada 2018, ia sempat mengurungkan niat untuk mendaftar.
“Aku sebenarnya tipe orang yang kurang percaya diri,” ujar Natalie kepada Tribun Medan.
Dorongan justru datang dari keluarga. Kakak, adik, serta kedua orang tuanya terus meyakinkan Natalie untuk mencoba.
“Adik aku bilang, ‘Kenapa enggak berani? Coba aja.’ Mama, adik, sama kakak benar-benar nyuruh aku ikut,” kenangnya.
Keputusan sederhana itu menjadi titik balik hidupnya.
Pada 2019, Natalie dinyatakan lolos seleksi dan memperoleh beasiswa penuh 100 persen di Barbie Cia Production, tempat ia mulai mempelajari dunia modeling dari nol.
Ia belajar berjalan di atas catwalk, mengenakan sepatu hak tinggi, menjaga postur tubuh, hingga memahami etika sebagai model profesional.
Raih Beasiswa hingga Menjadi Reporter
Tak hanya sukses di dunia modeling, Natalie juga berprestasi di bidang akademik.
Setelah lulus dari SMA Swasta Methodist-5 Medan, ia kembali memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di President University, Cikarang, mengambil Program Studi Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Jurnalistik.
Selama kuliah, Natalie aktif membangun pengalaman profesional. Ia pernah menjadi Content Creator TikTok TVRI Sumatera Utara, host podcast, presenter program wisata, researcher di PT Tempo, hingga Social Media Specialist dan Content Writer dalam program Sustainable Development Goals (SDGs).
Kini, Natalie menjalani profesi sebagai reporter NTV, sembari tetap aktif sebagai model dan talent berbagai iklan televisi.
Perjuangan Naik Angkot Demi Mengejar Mimpi
Di balik berbagai pencapaiannya, Natalie menyimpan banyak kenangan perjuangan.
Ia masih mengingat masa-masa ketika harus naik angkutan umum menuju lokasi latihan modeling, pulang larut malam usai mengikuti perlombaan, hingga mengeluarkan biaya pendaftaran lomba tanpa mengetahui apakah akan meraih kemenangan.
“Dulu aku latihan naik angkot, jalan kaki. Kalau ikut lomba bisa pulang jam satu atau jam dua malam. Belum tentu juga juara. Semua itu enggak bisa aku lupain,” tuturnya.
Baginya, semua proses tersebut membentuk karakter dan mental yang dimiliki hingga saat ini.
Dukungan Orang Tua Jadi Kekuatan Terbesar
Natalie menyebut kedua orang tuanya sebagai sosok yang selalu memberikan dukungan tanpa henti.
Sang ibu hampir selalu mendampinginya di setiap perlombaan. Mulai dari membantu merias wajah, merapikan rambut, memastikan kostum siap dikenakan, hingga menunggu dari pagi sampai malam di lokasi acara.
“Kalau ada lomba, mama dari pagi sampai malam selalu nemenin. Mama bantu make-up, bantu rapiin rambut, cek bajunya, cek sepatunya. Mama sama papa benar-benar support,” katanya.
Tampil di Berbagai Ajang Nasional
Kerja keras Natalie membuahkan hasil. Ia dipercaya tampil di sejumlah ajang nasional bergengsi, di antaranya:
- Wayang Jogja Night Carnival 2024.
- Jember Fashion Carnaval 2025.
- Pagelaran Sabang Merauke x Jember Fashion Carnaval.
- ASR Festival.
- Berbagai proyek bersama merek nasional.
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat mengikuti Wayang Jogja Night Carnival, di mana ia berjalan sekitar lima hingga tujuh kilometer mengenakan kostum karnaval lengkap dengan sepatu hak tinggi.
Sementara kostum favoritnya adalah busana khas Toraja yang dikenakan pada Pagelaran Sabang Merauke x Jember Fashion Carnaval. Kostum berbentuk rumah adat dengan sayap besar itu memiliki bobot sangat berat, namun justru menjadi simbol kebanggaannya terhadap karya anak bangsa.
Harus Melewatkan Jember Fashion Carnaval 2026
Di tengah karier yang terus berkembang, Natalie harus mengambil keputusan berat.
Tahun ini ia kembali mendapat kesempatan mengikuti Jember Fashion Carnaval 2026, namun memilih mengundurkan diri karena kondisi kesehatan.
Keputusan tersebut diambil setelah mendapat nasihat dari sang ibu.
“Mama bilang, yang paling utama sekarang kesehatan. Kalau enggak sehat, aku juga enggak bisa melakukan semua yang aku suka.”
Natalie percaya kesempatan akan datang kembali ketika kondisinya telah pulih.
Pesan untuk Generasi Muda
Menurut Natalie, peluang memasuki dunia modeling kini jauh lebih terbuka dibanding beberapa tahun lalu. Kehadiran media sosial, sekolah modeling, hingga berbagai agensi memberikan kesempatan lebih besar bagi generasi muda.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan hanya bisa diraih jika seseorang berani mengambil langkah pertama.
“Jangan pernah takut mencoba. Harus percaya diri dan berani keluar dari zona nyaman,” pesannya.
Bagi Natalie Ruth Hutagalung, perjalanan meraih mimpi bukan semata soal mencapai puncak kesuksesan, melainkan tentang keberanian untuk memulai, ketekunan menjalani proses, serta kesediaan mengutamakan kesehatan ketika tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat.
“Kalaupun aku enggak sampai di titik yang paling tinggi, setidaknya aku sudah sampai di titik yang sekarang,” tutupnya.
Editor : Pahotan M Hutagalung












