Medan, NusantaraTop.co – Seorang anak di bawah lima tahun (balita) bernama Asmi Anggraini (4), warga Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah menjadi korban peluru nyasar saat terjadi tawuran di kawasan Medan Belawan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin malam, 5 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Akibat kejadian itu, Asmi mengalami luka tembak serius di mata kanan.
Pantauan NusantaraTop.co di RSUD Dr Pirngadi Medan, Selasa (6/1/2026), Asmi tampak terbaring di atas ranjang rumah sakit. Bocah kecil itu mengenakan kaus berwarna merah, dengan mata kanan tertutup perban. Sesekali ia tampak meringis, menahan rasa sakit akibat luka yang dialaminya.
Kulit Asmi terlihat pucat, sementara selang infus terpasang di tangan kirinya. Di sisi tempat tidur, sang ibu, Romanda (33), setia menemani anak keempatnya tersebut. Jaket jeans yang dikenakannya masih tampak berlumuran bekas darah sang anak di bagian dada kiri.
Berencana Silaturahmi Tahun Baru
Romanda menceritakan, sebelum kejadian, ia bersama Asmi berangkat dari rumah menggunakan becak motor untuk menjemput suaminya yang bekerja sebagai nelayan. Mereka berencana menghadiri acara tahun baruan sekaligus bersilaturahmi ke rumah rekan suaminya.
Namun di perjalanan, tepatnya di depan Kantor Pos Belawan, Jalan Medan–Belawan, laju becak motor terhenti karena sekelompok orang tengah terlibat tawuran.
“Awalnya kami mau keluar rumah pergi menjemput bapaknya naik becak motor, tahu-tahu ada perang. Jadi kami menunggu di simpang Canang,” ujar Romanda dengan suara bergetar.
Tak berselang lama, Romanda terkejut melihat Asmi tiba-tiba memegang mata kanannya sambil meringis kesakitan. Saat diperiksa, darah langsung mengucur dari mata kanan bocah tersebut hingga membasahi pakaiannya.
Baca Juga : Ratusan Warga Geruduk Polres Pelabuhan Belawan, Tuntut Penindakan Tegas Aksi Begal dan Tawuran
Peluru Bersarang di Mata
Panik melihat kondisi anaknya, Romanda langsung memeluk Asmi dan meminta sopir becak motor mencari pertolongan. Mereka sempat menuju RS Prima Husada Cipta Medan, namun akses jalan tertutup akibat tawuran yang masih berlangsung.
Mereka kemudian dibawa ke sebuah klinik terdekat. Namun, pihak klinik menyatakan tidak sanggup menangani luka Asmi karena berada di bagian tempurung mata.
“Karena klinik pun gak berani dan disarankan ke rumah sakit,” kata Romanda.
Upaya kembali dilakukan dengan menuju rumah sakit, namun jalan masih tertutup. Tak putus asa, Romanda turun dari becak dan menggendong Asmi yang bercucuran darah sambil mencari pertolongan.
Setibanya di RS Prima Husada Cipta Medan, Romanda kembali diliputi kekecewaan karena dokter mata tidak bertugas pada hari itu. Ia pun disarankan ke rumah sakit lain.
Dengan perasaan takut dan cemas, Romanda akhirnya menumpang kendaraan warga hingga tiba di RS Pirngadi Medan. Di rumah sakit tersebut, Asmi langsung mendapatkan penanganan medis, termasuk pemeriksaan dan pemindaian pada bagian mata.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan peluru bersarang di mata kanan,” ungkap Romanda lirih.
Hingga kini, Asmi masih menjalani perawatan intensif di RS Pirngadi Medan. Sementara pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas insiden tawuran yang menyebabkan bocah tak berdosa itu menjadi korban. (red/tim)












