Binjai, NusantaraTop.co – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai melaksanakan kegiatan penyerahan Remisi Khusus (RK) bagi narapidana serta Pengurangan Masa Pidana Khusus (PMPK) bagi anak binaan, Sabtu (21/3).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Wawan Irawan, yang secara simbolis menyerahkan remisi kepada perwakilan warga binaan.
“Pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku baik serta aktif mengikuti program pembinaan,” ungkap Kalapas Binjai.
Tahun ini, jumlah warga binaan yang menerima Remisi Khusus terdiri dari:
- Remisi Khusus I (RK I): 1.041 orang
- Remisi Khusus II (RK II): 13 orang, narapidana yang langsung bebas setelah pengurangan masa pidana.
Kalapas Wawan Irawan menambahkan, melalui pemberian remisi ini, diharapkan warga binaan semakin termotivasi untuk berperilaku baik, menaati aturan, serta aktif mengikuti program pembinaan sebagai bekal kehidupan setelah bebas.
Selain itu, Lapas Binjai juga melaksanakan Sholat Idul Fitri di Masjid At-Taqwa, dipimpin oleh Ustad Hisyam Abdullah Harahap sebagai imam sekaligus khatib. Kepala Lapas turut hadir dan melaksanakan sholat bersama jajaran petugas serta warga binaan, sebagai bentuk dukungan pembinaan keagamaan.
Dalam rangka Idul Fitri 1447 H, Lapas Binjai juga memberikan layanan kunjungan Hari Raya bagi keluarga warga binaan. Pelayanan ini mendapat sambutan hangat masyarakat yang datang untuk bertemu dan berbagi kebahagiaan dengan anggota keluarga mereka.
Suasana haru dan penuh kehangatan terlihat jelas dalam setiap pertemuan. Kepala Lapas Wawan Irawan memantau langsung proses kunjungan agar berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan. Petugas Lapas dikerahkan secara maksimal untuk memastikan pelayanan yang humanis, ramah, dan tetap mengutamakan keamanan.
“Melalui pelayanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri ini, diharapkan memberikan kebahagiaan bagi warga binaan dan keluarga, serta menjadi momentum memperkuat dukungan moral dalam proses pembinaan menuju perubahan yang lebih baik,” tutup Wawan Irawan.
(Red)
Laporan : Dara Mustika
Editor : Pahotan M Hutagalung












