Medan, NusantaraTop.co – Suasana haru menyelimuti Aula Asrama Haji Medan, Minggu (3/5/2026). Di tengah 445 jemaah Kloter 11 Embarkasi Medan yang bersiap berangkat ke Tanah Suci, sosok Solahuddin Sinambela (30) mencuri perhatian.
Hafiz muda asal Tanjung Balai itu tampak tegar meski matanya berkaca-kaca. Ia berangkat menunaikan ibadah haji bukan sekadar memenuhi panggilan, tetapi juga mengemban amanah menggantikan sang ayah yang telah wafat.
Solahuddin menceritakan, kisah ini bermula pada 2018 usai ia menyelesaikan pendidikan di Tahfizul Qur’an Attazkiah, Jalan M. Yakub, Medan. Saat itu, ayahnya berniat memberikan hadiah berupa sepeda motor.
“Itu janji ayah kalau saya lulus mondok. Mau dibelikan sepeda motor,” kenangnya kepada awak media di kawasan Asrama Haji Medan, Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution.
Namun, tawaran tersebut justru ia tolak dengan penuh pertimbangan. Solahuddin mengusulkan agar uang pembelian motor dialihkan untuk setoran awal biaya haji kedua orang tuanya.
“Saya bilang ke ayah, bagaimana kalau uang itu dipakai saja untuk setoran haji ayah dan ibu,” ujarnya.
Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan spiritual keluarga mereka. Namun, takdir berkata lain. Sang ayah lebih dahulu dipanggil oleh Allah SWT sebelum sempat menunaikan ibadah haji.
Melalui musyawarah keluarga, akhirnya Solahuddin ditunjuk untuk menggantikan posisi ayahnya berangkat haji pada tahun 2026.
“Awalnya saya menolak motor, Allah ganti dengan panggilan haji. Ini kebahagiaan yang tidak terbayangkan,” ucapnya haru.
Kini, selain berangkat sebagai jemaah, Solahuddin juga membawa amanah besar sebagai pengganti orang tua. Sehari-hari, ia diketahui mengelola rumah tahfiz Al-Qur’an di Tanjung Balai.
Ia juga mengapresiasi pelayanan penyelenggaraan haji tahun ini yang dinilainya semakin baik.
“Mulai dari transportasi, konsumsi, hingga akomodasi sudah sangat baik. Kami mengapresiasi upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tuturnya.
Sebelum memasuki aula keberangkatan, Solahuddin menitipkan doa untuk seluruh jemaah haji, khususnya dari Embarkasi Medan.
“Mohon doa agar kami diberi kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci,” katanya.
Kisah Solahuddin menjadi pengingat bahwa rezeki terbaik tak selalu berbentuk materi. Dari sebuah hadiah motor yang ditolak, ia justru mendapatkan panggilan suci ke Tanah Haram, membawa amanah dari ayah yang telah tiada menuju Ka’bah.(red)
Laporan : Dara Mustika
Editor : Pahotan M Hutagalung












